YLBHI Tantang Polri Usut Tuntas Penyerangan Andrie Yunus: Buktikan Kemampuan Reserse
YLBHI Tantang Polri Usut Penyerangan Andrie Yunus

YLBHI Tantang Polri Usut Tuntas Penyerangan Andrie Yunus: Buktikan Reserse Punya Kemampuan

Ketua Umum YLBHI Muhammad Isnur menyebut penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus sebagai bentuk teror yang mengancam pembela hak asasi manusia dan masyarakat sipil. Isnur menegaskan bahwa Andrie telah aktif selama sekitar 10 tahun dalam memperjuangkan isu-isu HAM bersama KontraS, menjadikannya simbol perlawanan terhadap ketidakadilan.

Serangan Terhadap Seluruh Masyarakat Sipil

Dalam pernyataannya kepada wartawan pada Jumat (13/3/2026), Isnur mengungkapkan bahwa Andrie Yunus dikenal konsisten mengangkat berbagai kasus pelanggaran HAM, termasuk kekerasan oleh aparat. Dia menilai serangan ini tidak hanya menyasar individu, tetapi juga merupakan pukulan terhadap seluruh elemen masyarakat yang berjuang untuk keadilan.

"Serangan terhadap Andrie adalah serangan terhadap kita semua. Ini adalah serangan terhadap masyarakat sipil, kemanusiaan, keadilan, dan seluruh korban yang memperjuangkan hak asasi manusianya," tegas Isnur. Dia menambahkan bahwa insiden ini mencerminkan kepedihan ketidakadilan yang dirasakan banyak pihak.

Tantangan kepada Kepolisian untuk Bertindak

Isnur mendesak kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus ini, termasuk mengungkap pelaku dan dalang di baliknya. Dia menantang Kapolri, Kapolda, dan seluruh jajaran polisi untuk menggunakan kemampuan reserse dan ilmu forensik mereka secara maksimal.

"Ini bukan soal kemampuan, tapi soal kemauan. Kami menantang dan mendesak kepolisian membuktikan bahwa reserse memang punya kemampuan dan bahwa institusi ini ada untuk melindungi masyarakat," ujar Isnur. Dia menekankan bahwa pengungkapan kasus ini akan menjadi bukti komitmen Polri dalam menegakkan hukum.

Investigasi Mandiri oleh Masyarakat Sipil

Selain mendesak polisi, Isnur mengumumkan bahwa koalisi masyarakat sipil berencana melakukan investigasi mandiri. Mereka telah mengumpulkan bukti-bukti, termasuk rekaman CCTV yang menunjukkan bahwa Andrie diintai dari rumah, tempat tinggal, dan lokasi kunjungannya sebelum serangan terjadi.

"Kami punya hak untuk mengungkap fakta ini jika kepolisian lambat bertindak. Andrie diikuti dari Celios dan YLBHI, dan semua terekam dengan jelas," tambahnya. Langkah ini diambil untuk memastikan transparansi dan tekanan publik terhadap proses hukum.

Kondisi Korban dan Dugaan Zat Korosif

Andrie Yunus saat ini masih menjalani perawatan di RSCM setelah mengalami luka akibat cairan yang diduga bersifat korosif. Isnur mengapresiasi penanganan cepat oleh RSCM, tetapi menyebutkan bahwa serangan menyebabkan kerusakan mata sebesar 24%, serta merusak pakaian dan bagian motor korban.

"Cairan ini diduga asam yang sangat korosif, menyebabkan bajunya seperti terbakar dan speedometer motornya melepuh. Bayangkan dampaknya pada kulit dan tubuh Andrie," tandas Isnur. Hal ini memperkuat dugaan bahwa serangan dilakukan dengan rencana yang matang dan berbahaya.

Insiden ini telah memicu reaksi luas dari berbagai pihak, termasuk desakan dari Menteri HAM dan aktivis seperti Novel Baswedan, yang menyebutnya sebagai upaya pembunuhan terorganisir. YLBHI terus mendorong agar kasus ini tidak berhenti dan menjadi perhatian serius bagi penegakan HAM di Indonesia.