Sebanyak 11 bayi berhasil dievakuasi oleh petugas kepolisian dari sebuah rumah di Padukuhan Randu Wonokerso Hargobinangun, Pakem, Sleman. Rumah tersebut merupakan kediaman seorang bidan yang telah membantu persalinan belasan bayi itu sejak lima bulan lalu.
Kronologi Evakuasi
Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Mateus Wiwit Kustiyadi menjelaskan bahwa petugas awalnya menerima informasi mencurigakan terkait keberadaan belasan bayi di rumah tersebut. Bayi-bayi itu dirawat oleh tiga orang.
"Tentunya kami merasa ada hal yang janggal terhadap adanya 11 bayi yang ada di Hargobinangun tersebut. Di suatu rumah yang ditungguin atau dirawat oleh tiga orang," kata Wiwit kepada wartawan, Senin (11/5/2026).
Proses Evakuasi dan Penanganan
Wiwit menambahkan bahwa 11 bayi tersebut kemudian dievakuasi pada Jumat (8/5) sore bersama dinas terkait. Dari jumlah itu, tiga bayi dirawat di rumah sakit, dua diambil oleh orang tua yang mengaku sebagai ibunya, dan enam bayi lainnya dievakuasi ke Dinas Sosial Sleman untuk penanganan lebih lanjut.
"Tiga bayi kita rawat di RSUD, kemarin dua bayi diambil yang mengaku ibunya. Terus enam bayi yang lain dirawat di dinsos untuk penanganan lebih lanjut," ujarnya.
Latar Belakang Kasus
Wiwit menjelaskan bahwa 11 bayi tersebut dilahirkan di wilayah Banyuraden, Gamping, dengan bantuan bidan berinisial ORP. Kasus ini bermula dari seorang ibu yang melahirkan di bidan tersebut dan kemudian menitipkan bayinya.
Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap kemungkinan adanya praktik jual beli bayi dalam kasus ini.



