Polda Sumsel Sukses Gelar Operasi Ketupat Musi 2026 dengan 30.959 Kegiatan Pengamanan
Palembang - Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) telah menyelesaikan pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026 dengan mencatat berbagai kemajuan dalam indikator pengamanan dan pelayanan dibandingkan tahun sebelumnya. Operasi yang berlangsung dari 13 hingga 25 Maret 2026 ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Peningkatan Kegiatan Preemtif dan Preventif
Selama periode operasi, total kegiatan preemtif dan preventif yang dilaksanakan mencapai 30.959 kegiatan, mengalami kenaikan sebesar 12,2 persen dibandingkan tahun 2025. Kapolda Sumsel, Irjen Sandi Nugroho, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh personel yang bekerja tanpa henti selama 13 hari.
"Capaian ini adalah buah dedikasi bersama, namun kami juga menyadari adanya peningkatan angka kecelakaan yang harus menjadi perhatian serius untuk evaluasi ke depan," ujar Irjen Sandi pada Kamis (26/3/2026). Kegiatan preventif khususnya meningkat hingga 30,4 persen, menunjukkan penguatan kehadiran personel di lapangan dalam mencegah gangguan kamtibmas dan kecelakaan lalu lintas.
Transformasi Penegakan Hukum Berbasis Teknologi
Di bidang penegakan hukum, Polda Sumsel menerapkan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) sebagai bagian dari transformasi teknologi. Penindakan melalui ETLE mobile melonjak 658 persen, sementara tilang manual turun drastis sebesar 98,9 persen. Pergeseran ini menandakan langkah menuju penegakan hukum yang lebih modern, transparan, dan akuntabel.
Pertumbuhan Transportasi dan Dampaknya
Dari sisi transportasi, seluruh moda mengalami pertumbuhan positif:
- Penumpang bandar udara meningkat 38 persen menjadi 178.522 orang.
- Terminal bus tumbuh 43 persen dengan 70.301 penumpang.
- Moda kereta api naik 17,4 persen, mencerminkan kepercayaan masyarakat yang meningkat.
Arus kendaraan di jalan tol mencapai 459.476 kendaraan, dengan pertumbuhan signifikan di ruas strategis seperti Tol Terpeka dan Indralaya-Prabumulih. Namun, peningkatan mobilitas ini juga berdampak pada naiknya angka kecelakaan lalu lintas dari 80 menjadi 129 kasus, yang menjadi fokus evaluasi untuk masa depan.
Akuntabilitas dan Sinergi Lintas Sektor
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Nandang Mu'min Wijaya, menyampaikan bahwa transparansi data ini merupakan bentuk akuntabilitas kepada masyarakat. "Kami menyampaikan data secara terbuka. Ada capaian yang meningkat dan ada yang perlu dievaluasi, sebagai bagian dari komitmen kami untuk meningkatkan kualitas pelayanan," jelas Nandang.
Keberhasilan operasi ini didukung oleh sinergi lintas sektor yang melibatkan ribuan personel gabungan dari TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait. Polda Sumsel mengimbau masyarakat yang masih dalam perjalanan arus balik untuk mematuhi aturan lalu lintas, menjaga kondisi fisik, dan memanfaatkan layanan kepolisian melalui Call Center 110.
Operasi Ketupat Musi 2026 telah resmi berakhir dalam kondisi aman dan kondusif, dengan Polda Sumsel menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pengamanan dan pelayanan dalam setiap operasi kepolisian mendatang.



