Pandji Pragiwaksono Diperiksa Lagi di Bareskrim Terkait Dugaan Penghinaan Suku Toraja
Pandji Pragiwaksono Diperiksa Lagi soal Penghinaan Toraja

Pandji Pragiwaksono Kembali Diperiksa Polisi Terkait Kasus Penghinaan Suku Toraja

Jakarta - Komika Pandji Pragiwaksono menjalani pemeriksaan lanjutan sebagai saksi di Bareskrim Mabes Polri pada Senin, 9 Maret 2026. Panggilan ini terkait laporan dugaan penghinaan terhadap suku Toraja dalam materi stand-up comedy yang dibawakannya pada 2013.

Jadwal Pemeriksaan Tetap Berjalan

Penasihat hukum Pandji, Haris Azhar, mengonfirmasi kehadiran kliennya tepat waktu. "Insya Allah hadir, jam 10," ujar Haris. Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim, Rizki Agung Prakoso, menegaskan jadwal pemeriksaan tidak berubah, menyatakan "Masih terjadwal mas." Ini bukan kali pertama Pandji diperiksa; sebelumnya pada 2 Februari 2026, ia menghadapi 48 pertanyaan dari penyidik.

Penyelidikan Berjalan Paralel dengan Sidang Adat

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim, Himawan Bayu Aji, menjelaskan bahwa penyelidikan pidana terus berjalan meski sidang adat telah dilaksanakan di Toraja. "Kita lihat akhirnya seperti apa setelah ada pemeriksaan lanjutan pasca sidang adat," kata Himawan. Hingga kini, polisi telah memeriksa 14 saksi dan 9 ahli, serta meminta keterangan admin media sosial Pandji untuk melengkapi alat bukti.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Himawan menegaskan bahwa langkah adat merupakan bagian dari living law, namun proses hukum pidana tetap dijalankan sesuai aturan. Pandji masih berstatus saksi, dan polisi masih mengkaji unsur pidana sebelum menentukan langkah selanjutnya melalui gelar perkara.

Latar Belakang Kasus yang Menjadi Polemik

Kasus ini bermula dari video stand-up comedy Pandji pada 2013 yang viral dan menimbulkan polemik, dengan materi yang diduga menyenggol nama Raffi Ahmad dan menghina suku Toraja. Pemeriksaan lanjutan ini dijadwalkan setelah Pandji memenuhi panggilan polisi dan mengaku akan diperiksa terkait sidang adat Toraja.

Pandji tiba di Bareskrim sekitar pukul 10.10 WIB, menunjukkan komitmennya untuk kooperatif dalam proses hukum. Polisi menekankan bahwa penyelidikan akan terus berlanjut hingga semua fakta terungkap dan keputusan hukum diambil.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga