Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mendapat sorotan terkait sinyal lampu hijau yang menyala untuk Kereta Api Argo Anggrek sebelum kecelakaan terjadi di Stasiun Bekasi Timur. Hal ini terungkap dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI pada Kamis, 21 Mei 2026.
Pertanyaan Komisi V DPR RI
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, mempertanyakan kesimpulan KNKT mengenai sinyal tersebut. "Berarti kesimpulan yang didapat oleh KNKT waktu terjadi tabrakan antara kereta dengan mobil, terus bergeraklah kereta Argo Anggrek dan terjadilah menabrak kereta Commuter Line itu sinyalnya sudah hijau, Pak, ya?" tanya Lasarus dalam rapat tersebut.
Kepala KNKT, Soerjanto Tjahjono, membenarkan bahwa sinyal yang diberikan untuk KA Argo Anggrek saat itu adalah hijau. "Sinyalnya hijau, Pak," jawab Soerjanto. Lasarus kemudian menimpali, "Harusnya merah, kan, Pak? Karena di depan ada obstacle."
Data Faktual Awal
Menanggapi hal itu, KNKT menjelaskan bahwa hasil investigasi yang dipaparkan masih berupa data faktual awal dan belum mengandung analisis. "Pada presentasi saat ini kami hanya menyajikan data faktual, tidak terdapat analisis dan tidak ada kesimpulan terhadap penyebab terjadinya kecelakaan," ujar Soerjanto.
Jeda Waktu Hanya 3 Menit 43 Detik
Soerjanto juga mengungkapkan jeda waktu antara kecelakaan KRL yang tertemper taksi dengan tabrakan KA Argo Anggrek dan rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur. Jeda tersebut hanya 3 menit 43 detik. Tabrakan KA Argo Anggrek dengan KRL menyebabkan 16 penumpang di gerbong wanita meninggal dunia.
"Jadi, 20:52:12 terjadi tabrakan. Jadi antara tabrakan KA 5181 dengan taksi dan jeda waktu dengan KA Anggrek tabrakan dengan Commuter Line 5568 sekitar 3 menit 43 detik. Jadi memang cukup singkat antara tabrakan 5181 dengan tabrakan Argo Bromo," jelas Soerjanto.
Kronologi Kecelakaan
Menurut KNKT, kecelakaan bermula ketika KA 5568A Commuter Line masuk dan berhenti di jalur 1 Stasiun Bekasi Timur pada pukul 20.48.13 hingga 20.48.29 WIB. Selanjutnya, pada pukul 20.48.29 WIB, terjadi tabrakan antara KA 5181 Commuter Line dengan taksi di perlintasan sebidang JPL Bekasi Timur jalur hilir.
Setelah proses naik turun penumpang, KA 5568A sempat bergerak sejauh 1,69 meter sebelum kembali berhenti. "KA 5568 setelah naik turun penumpang berjalan 1,69 meter, jadi cuma pendek saja, dan berhenti karena masinis melihat kerumunan masyarakat di jalur hulu," kata Soerjanto.
Sementara itu, KA Argo Anggrek mulai berjalan di jalur 3 Stasiun Bekasi pada pukul 20.50.43 WIB dengan sinyal keluar beraspek hijau. Pada pukul 20.52.12 WIB, KA Argo Bromo Anggrek menabrak rangkaian KA Commuter Line yang masih berada di jalur Stasiun Bekasi Timur.



