Kapolri Hadiri Buka Puasa Bersama PB SEMMI, Santuni Anak Yatim di Jakarta
Kapolri Buka Puasa dengan PB SEMMI dan Santuni Anak Yatim

Kapolri Pererat Sinergi dengan Mahasiswa dalam Buka Puasa Bersama PB SEMMI

Setelah memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Monas, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melanjutkan agenda dengan menghadiri acara Buka Puasa Bersama Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI). Kegiatan ini digelar di Hotel Aryaduta, Gambir, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3/2026), dengan tema 'Bersatu di Bulan Suci Ramadhan Wujudkan Asta Cita'.

Kehadiran Kapolri dan Jajaran Utama Polri

Jenderal Sigit tiba di lokasi sekitar pukul 17.45 WIB, didampingi oleh sejumlah Pejabat Utama (PJU) Mabes Polri. Turut hadir dalam acara ini Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam (LTSI) Hamdan Zoelva dan Ketua Umum PB SEMMI Bintang Wahyu Saputra. Kehadiran Kapolri menekankan pentingnya peran pemuda dan intelektual dalam menjaga persatuan bangsa, terutama di bulan Ramadan, untuk mendukung pencapaian target pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Aksi Kemanusiaan dan Santunan untuk Anak Yatim

Acara yang dihadiri sekitar 500 peserta ini tidak hanya sekadar berbuka puasa, tetapi juga diwarnai dengan aksi kemanusiaan. Kapolri melakukan penyerahan simbolis santunan dan paket sembako kepada masyarakat. Sebanyak 50 paket sembako yang berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula dibagikan. Selain itu, diberikan juga 50 paket santunan khusus untuk anak yatim, menunjukkan kepedulian terhadap kelompok rentan di tengah masyarakat.

Dukungan untuk Operasi Ketupat dan Sinergi Nasional

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempererat sinergi antara Polri dan mahasiswa, sekaligus mendukung operasi mudik seperti Operasi Ketupat 2026. Kapolri menegaskan bahwa kolaborasi dengan elemen masyarakat, termasuk organisasi mahasiswa, sangat krusial dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama Ramadan. Dengan demikian, acara buka puasa bersama ini tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga strategis dalam membangun kohesi sosial dan mendukung program pemerintah.