Kakek 70 Tewas di Penginapan Parangtritis Saat Ngamar Berduaan
Kakek 70 Tewas di Penginapan Parangtritis

Polres Bantul mengungkapkan penyebab kematian seorang kakek berinisial P (70) yang ditemukan tewas di sebuah penginapan di kawasan Parangtritis, Kretek, Bantul. Berdasarkan pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi menduga pria lanjut usia itu meninggal akibat gagal jantung yang dipicu kondisi fisiknya yang lemah.

Peristiwa Berawal Saat Korban Kejang-kejang

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (30/7). Menurut Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, korban sempat mengalami kejang sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir. Hal ini disampaikan Rita berdasarkan keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian.

"Saat sedang berinteraksi di dalam kamar, tiba-tiba korban langsung tengkurap dan mengalami kejang-kejang," kata Rita kepada detikJogja, Minggu (2/8/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Saat kejadian, korban tengah berduaan dengan seorang wanita berinisial SA yang merupakan kenalannya. Melihat kondisi korban yang kritis, SA panik dan langsung keluar kamar untuk meminta pertolongan. Ia kemudian meminta saksi lain, ADS (26), agar memeriksa keadaan korban. Setelah itu, ADS segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kretek.

Pemeriksaan Medis dan Dugaan Penyebab Kematian

Petugas dari Polsek Kretek bersama tim medis tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal terhadap jenazah. Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada luka atau lebam di seluruh bagian tubuh korban.

"Dari pemeriksaan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Selain itu tidak ditemukan adanya luka maupun lebam pada seluruh bagian tubuh jenazah," jelasnya.

Menurut Rita, kondisi fisik korban memang sudah lemah. Hal ini memperkuat dugaan bahwa kematian korban berkaitan dengan masalah kesehatannya. Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan keluarga korban untuk proses lebih lanjut.

Keluarga Menerima Musibah

Rita menambahkan, pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Mereka tidak keberatan dengan hasil pemeriksaan yang menunjukkan kematian korban bukan akibat kekerasan. "Keluarga sudah menerima dan ikhlas," ujarnya.

Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan di kalangan pengelola penginapan di kawasan Parangtritis. Kejadian seperti ini memang jarang terjadi, namun menjadi pengingat akan pentingnya memperhatikan kondisi kesehatan, terutama bagi lansia yang memiliki riwayat penyakit.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih menunggu hasil visum untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Namun demikian, berdasarkan pemeriksaan awal dan keterangan saksi, dugaan sementara adalah gagal jantung. Polisi juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan tidak memaksakan diri saat beraktivitas di luar rumah.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga