Kapolsek Sumbergempol, AKP Mohammad Anshori, membenarkan peristiwa penembakan yang dilakukan oleh seorang pria dengan gangguan jiwa (ODGJ) di sebuah warung kopi di Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pada Rabu, 29 Juli 2026. Pelaku berinisial MJ, yang juga dikenal dengan sebutan Nogleng, datang ke lokasi dalam kondisi mengamuk sambil membawa senapan angin.
Korban dalam kejadian ini adalah Agus Setyabudi, seorang pedagang sayur berusia 43 tahun yang berdomisili di Desa Ngrendeng, Kecamatan Gondang. Agus dikenal sebagai pedagang sayur keliling yang biasa berjualan dari satu desa ke desa lain di wilayah Tulungagung. Pada hari kejadian, ia tengah beristirahat di warung kopi tersebut setelah menyelesaikan aktivitas jualannya.
"Saat itu korban ini istirahat di warung kopi usai berjualan sayur keliling. Sekitar lima menit di lokasi, tiba-tiba pelaku MJ alias Nogleng ini datang dan mengamuk," kata Anshori saat dikonfirmasi detikJatim pada Minggu, 2 Agustus 2026.
Kronologi Amukan Pelaku
Berdasarkan keterangan polisi, sebelum terjadi penembakan, MJ terlebih dahulu melempari warung kopi dengan batu. Aksi pelemparan tersebut membuat suasana di lokasi menjadi tegang dan mencekam. Korban yang sedang berada di dalam warung kopi pun berusaha menyelamatkan diri dengan segera meninggalkan tempat.
Namun nahas, saat korban berusaha keluar dari area warung, paha kanannya terkena peluru nyasar. Peluru tersebut diduga kuat berasal dari senapan angin yang sejak awal sudah dibawa oleh pelaku. Diduga, senapan angin tersebut meletus secara tidak sengaja ketika pelaku sedang mengamuk, sehingga pelurunya melayang mengenai tubuh korban. Meskipun senapan angin biasanya digunakan untuk berburu burung atau hama, dalam kejadian ini senjata tersebut menjadi penyebab luka pada tubuh korban.
"Kemungkinan besar senapan itu meletus dan mengenai korban. Saat itu juga korban dibawa ke rumah sakit dan untuk menjalani perawatan," ujar Anshori.
Korban Dilarikan ke Rumah Sakit
Akibat kejadian tersebut, Agus Setyabudi mengalami luka tembak di bagian paha kanan. Warga yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan pertama dan membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai kondisi terkini korban, termasuk apakah luka yang dialaminya membutuhkan tindakan medis lebih lanjut.
Pada saat kejadian, korban baru sekitar lima menit berada di warung kopi. Ia sempat tidak menyangka akan ada orang datang mengamuk dengan membawa senapan angin. Situasi itu berlangsung sangat cepat hingga korban tidak sempat menghindar ketika peluru nyasar mengenai pahanya.
Peristiwa ini menjadi perhatian warga Kecamatan Sumbergempol. Sebuah warung kopi yang biasanya menjadi tempat singgah para pedagang dan warga berubah menjadi mencekam dalam hitungan menit. Kehadiran pelaku yang membawa senapan angin dan melempar batu membuat sejumlah orang ketakutan.
Pelaku Diserahkan ke Keluarga
Setelah insiden penembakan itu, pelaku MJ berhasil diamankan oleh warga. Warga tidak melakukan tindakan main hakim sendiri terhadap pelaku yang diketahui mengidap gangguan jiwa. Setelah diamankan, pelaku kemudian diserahkan kepada pihak keluarganya untuk penanganan lebih lanjut.
Kapolsek Sumbergempol tidak merinci lebih jauh mengapa pelaku bisa membawa senapan angin saat berada di warung kopi. Namun, yang pasti, pelaku telah diamankan dan diserahkan kepada keluarga. Pendekatan kekeluargaan tersebut diambil mengingat pelaku adalah orang dengan gangguan jiwa, sehingga proses hukum secara pidana tidak menjadi prioritas.
Peristiwa yang menimpa Agus Setyabudi ini menjadi contoh nyata bahwa ODGJ yang tidak terawat dapat membahayakan orang lain. Selain membahayakan diri sendiri, perilaku tidak terkontrol dari seseorang dengan gangguan jiwa bisa menimbulkan korban luka, seperti yang terjadi pada pedagang sayur tersebut. Peristiwa ini juga menjadi evaluasi bagi keluarga dan lingkungan sekitar dalam mengawasi pergerakan ODGJ.
Pentingnya Pengawasan ODGJ
Masyarakat di sekitar lokasi kejadian berharap agar pelaku mendapatkan perawatan yang layak agar tidak kembali mengamuk. Mereka juga berharap ada peran aktif dari pemerintah desa dan dinas sosial dalam melakukan pendampingan terhadap warga yang mengalami gangguan jiwa.
Kejadian di Sumbergempol ini sekaligus menjadi pengingat bagi keluarga ODGJ untuk lebih waspada dalam mengawasi anggota keluarganya. Jika melihat tanda-tanda perilaku yang membahayakan, keluarga diharapkan segera melapor kepada pihak terkait agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Langkah preventif sejak dini menjadi kunci untuk mencegah terulangnya gangguan keamanan yang melibatkan orang dengan gangguan jiwa.



