PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan satu jalur di Stasiun Bekasi Timur sudah dapat dilalui oleh kereta api setelah insiden tabrakan yang melibatkan KA Argo Bromo dengan KRL CommuterLine. Jalur tersebut dapat dilintasi secara bergantian dengan kecepatan rendah.
Pernyataan Dirut KAI
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyatakan bahwa jalur hilir telah dibebaskan. Kereta penolong juga telah menarik KRL yang sebelumnya bertabrakan dengan taksi hijau VinFast. Pengecekan rel terus dilakukan untuk memastikan keamanan.
Pantauan di Lokasi
Berdasarkan pantauan pada pukul 02.00 WIB, kereta api jarak jauh sudah melintas di jalur 2 Stasiun Bekasi Timur secara bergantian. Meski demikian, kecepatan kereta di bawah normal alias pelan.
Kemenhub Libatkan KNKT
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan melibatkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menyelidiki penyebab pasti tabrakan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa KNKT akan melakukan investigasi secara objektif.
Kronologi Sementara
Bobby Rasyidin mengungkapkan bahwa insiden bermula dari sebuah taksi yang tertemper KRL di perlintasan JPL 85 sekitar pukul 21.00 WIB. Gangguan tersebut diduga mempengaruhi sistem perkeretaapian di emplasemen Stasiun Bekasi Timur. KAI menyerahkan penyelidikan lebih lanjut kepada KNKT.



