Basarnas mengonfirmasi bahwa tujuh korban yang masih terjepit dalam gerbong KRL setelah tertabrak Kereta Api Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur masih dalam keadaan hidup. Seluruh korban diketahui berjenis kelamin perempuan. Kepala Basarnas, M Syafii, menyampaikan bahwa timnya terus berupaya melakukan evakuasi dengan memotong bagian gerbong yang menjepit korban.
Proses Evakuasi dan Kondisi Korban
"Masih ada beberapa korban yang masih dinyatakan hidup, namun kondisinya masih dalam kondisi terjepit sehingga kita akan berupaya untuk secepat mungkin bisa memisahkan antara logam-logam yang menjepit dan kita bisa evakuasi korban," ujar M Syafii di lokasi kejadian pada Selasa, 28 April 2026. Ia menambahkan bahwa timnya masih melakukan pemotongan gerbong untuk memudahkan proses evakuasi. Hingga saat ini, jumlah total korban belum dapat dipastikan.
"Jadi yang ada di permukaan yang terlihat sementara masih ada 7 korban yang kita akan evakuasi. Untuk total korban tentunya akan kita tuntaskan nanti bahwa antara himpitan dari lokomotif dan dua gerbong ini mudah-mudahan bisa kita selesaikan sehingga kita tahu persis semua korban bisa kita evakuasi," katanya. Syafii juga menegaskan bahwa korban yang terjepit semuanya perempuan karena gerbong tersebut merupakan gerbong khusus perempuan.
Penanganan Medis dan Upaya Mengurangi Rasa Sakit
Tim medis terus bersiaga di lokasi untuk memberikan pertolongan. Para korban yang terjepit akan mendapatkan penanganan maksimal selama proses evakuasi, termasuk upaya mengurangi rasa sakit pada bagian kaki yang terjepit. "Dan sekarang langsung dalam penanganan medis, sehingga pada saat mereka mengalami rasa sakit berlebihan diberikan tindakan medis untuk mengurangi rasa sakit, karena memang kondisi khususnya kaki dalam posisi terjepit," jelas Syafii.
Kronologi Kecelakaan Menurut KAI
Sebelumnya, KAI memberikan keterangan terkait kecelakaan tersebut. Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa KRL yang tertabrak sedang berhenti setelah sebelumnya tertemper taksi. "Jadi KRL-nya itu ada taksi yang menemper KRL di JPL (Jalur Perlintasan Langsung) lintasan dekat Bulak Kapal ya. Yang membuat KRL-nya terhenti," kata Franoto saat dihubungi pada Senin, 27 April 2026. Setelah berhenti, KRL tersebut kemudian tertabrak oleh KA Argo Bromo yang melaju dari belakang. "KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo," imbuhnya.
Proses evakuasi masih berlangsung dan tim gabungan terus bekerja untuk menyelamatkan korban yang masih terjepit. Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati lokasi kejadian demi kelancaran proses evakuasi.



