Fakta Baru Hilangnya Atlet Golf Jesslyn Wijaya: Terbang ke Malaysia Sehari Setelah Diculik
Hilangnya Atlet Golf Jesslyn Wijaya: Terbang ke Malaysia

Kasus dugaan penculikan atlet golf putri Jesslyn Wijaya Lay menghebohkan publik. Jesslyn disebut dibawa paksa oleh sejumlah pria bertubuh besar ke dalam mobil berwarna hitam saat menghadiri perayaan ulang tahun keluarganya di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat. Kuasa hukum keluarga, Andi Darti, mengatakan dugaan penculikan terjadi pada Senin (13/7) sekitar pukul 19.45 WIB di Restoran Saung Kita, Mangga Besar.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, peristiwa itu terjadi sesaat sebelum acara ulang tahun dimulai. Korban diduga ditutup matanya, kemudian dibawa oleh dua pria bertubuh besar menuju sebuah mobil berwarna hitam. "Korban sempat berteriak meminta tolong dan berusaha keluar dari kendaraan, namun kemudian kembali dimasukkan ke dalam mobil," ujar Andi dalam keterangannya, Selasa (21/7/2026). Sejak kejadian itu, Jesslyn tidak lagi dapat dihubungi oleh keluarga maupun teman-temannya. Telepon seluler yang diduga digunakan korban juga tidak dapat diakses.

Restoran Membantah Adanya Keributan

Pengelola restoran tempat dugaan penculikan terjadi turut angkat bicara. Supervisor restoran, Dimas Firmansyah, mengatakan peristiwa tersebut tampak seperti persoalan keluarga yang melibatkan perempuan yang diduga menjadi korban. Menurut Dimas, saat itu Jesslyn sedang makan bersama keluarganya di area smoking room. Kondisi restoran juga cukup ramai karena dipenuhi pengunjung. Dimas mengatakan saat Jesslyn diduga dibawa oleh sejumlah orang, tidak terdengar teriakan maupun keributan yang menarik perhatian pelayan atau pengunjung lain. Ia juga membantah adanya tindakan paksaan saat perempuan tersebut keluar dari restoran.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Enggak, enggak ada (keributan). Oh itu kejadian singkat banget. Itu soalnya posisi lagi rame, semuanya di smoking room," kata Dimas saat ditemui di lokasi, Selasa (21/7/2026). Ia menambahkan, orang yang membawa Jesslyn sempat menenangkan pelayan restoran dan mengatakan bahwa persoalan tersebut hanyalah urusan keluarga.

Tak Terlihat Adanya Tindakan Paksaan

Dimas mengaku tidak melihat adanya tindakan paksaan saat Jesslyn menuju mobil. Menurutnya, pihak yang membawa korban mengatakan bahwa Jesslyn sedang ditunggu ibunya di dalam mobil sehingga tidak ada yang berusaha menghalangi. Ia juga menuturkan suasana di restoran tetap berjalan normal. Anggota keluarga yang berada di lokasi bahkan melanjutkan acara ulang tahun tanpa menunjukkan kepanikan.

"Enggak (menghalangi), iya. Soalnya ngomongnya itu apa, dia tuh ditungguin mamanya di mobil. Nah si itu lagi ngerayain sama si neneknya tersebut. Soalnya ulang tahun neneknya, ngomongnya gitu," jelasnya. Menurut Dimas, jika benar terjadi penculikan, seharusnya akan muncul keributan yang mengundang perhatian pelayan maupun pengunjung restoran. Saat Jesslyn keluar dari restoran, anggota keluarganya juga ikut meninggalkan lokasi. "Intinya itu kayaknya tuh seperti bukan penculikan itu. Iya, kayaknya itu masalah keluarga seperti ini," kata Dimas.

Polisi Temukan Fakta Baru: Jesslyn Terbang ke Malaysia

Polisi masih menyelidiki dugaan penculikan tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan alat bukti. Hingga kini, penyidik belum dapat memastikan apakah Jesslyn benar-benar menjadi korban penculikan. Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menemukan fakta bahwa Jesslyn memang dibawa secara paksa oleh empat hingga lima orang ke dalam sebuah mobil pada 13 Juli 2026. Namun, hasil penyelidikan juga menunjukkan bahwa keesokan harinya, pada 14 Juli 2026, Jesslyn berangkat dari Semarang menuju Kuala Lumpur bersama dua orang yang diketahui masih memiliki hubungan keluarga dengannya.

“Memang benar ada kejadian sesuai dengan yang dilaporkan, yaitu membawa korban atas nama J oleh 4 atau 5 orang ke mobil secara paksa. Namun, setelah kita lakukan rangkaian kegiatan, ternyata yang bersangkutan tanggal 14 meninggalkan Indonesia menuju Kuala Lumpur berdasarkan manifes yang kami terima bersama dengan dua orang lainnya yang diketahui ada hubungan keluarga dengan J,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Polisi kini telah memanggil dua kerabat yang ikut dalam perjalanan tersebut, termasuk ayah korban, untuk dimintai keterangan. “Sampai saat ini, kami masih mengundang kedua orang tersebut, termasuk ayahnya, untuk memberikan keterangan terkait peristiwa ini kepada petugas Polres Metro Jakarta Pusat,” kata Roby. Dalam penyelidikan, polisi juga tidak menemukan rekaman CCTV yang merekam dugaan penculikan tersebut. Meski demikian, sejumlah saksi membenarkan adanya peristiwa korban dibawa masuk ke dalam mobil.

“Untuk CCTV di lokasi, kebetulan tidak ditemukan CCTV yang mengarah ataupun merekam kejadian tersebut. Namun, keterangan saksi-saksi yang ada di lokasi memang menyampaikan ada kejadian tersebut,” ujarnya. Hingga kini, penyidik masih mendalami motif di balik peristiwa tersebut. Polisi juga belum menerima informasi mengenai adanya permintaan uang tebusan maupun indikasi tindak pidana lain yang berkaitan dengan laporan dugaan penculikan tersebut.