BPBD DKI: 5 Kelurahan Paling Rawan Kebakaran, 80% Akibat Korsleting
BPBD DKI: 5 Kelurahan Rawan Kebakaran, 80% Akibat Korsleting

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengidentifikasi lima kelurahan dengan frekuensi kebakaran tertinggi selama periode 2021 hingga 2025. Kelima wilayah tersebut meliputi Kapuk, Cengkareng Timur, Penjaringan, Pegadungan, dan Pulo Gebang.

Penyebab Utama Kebakaran

Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Muhannad Yohan, menjelaskan bahwa tingginya angka kebakaran di kelurahan-kelurahan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor yang memiliki pola serupa. Faktor dominan adalah masalah kelistrikan, di mana sekitar 70 hingga 80 persen insiden kebakaran dipicu oleh korsleting listrik.

Di wilayah seperti Kapuk dan Penjaringan, kondisi ini diperparah oleh penggunaan listrik yang melebihi kapasitas serta instalasi yang tidak sesuai standar, terutama di kawasan permukiman padat penduduk.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kepadatan Bangunan dan Material Mudah Terbakar

Kepadatan bangunan juga menjadi faktor utama penyebab kebakaran. Banyak rumah yang berdempetan dengan material mudah terbakar seperti kayu dan triplek, sehingga api cepat merambat dan sulit dikendalikan. Jarak antar bangunan yang sangat dekat membuat perambatan api menjadi sangat cepat sebelum petugas tiba di lokasi.

Aktivitas Industri dan Pergudangan

BPBD juga menyoroti aktivitas industri rumahan dan pergudangan di wilayah seperti Cengkareng Timur, Pegadungan, dan Pulo Gebang. Penyimpanan bahan mudah terbakar seperti kain, plastik, hingga bahan kimia tanpa sistem proteksi yang memadai meningkatkan risiko kebakaran berskala besar.

Kondisi Geografis dan Infrastruktur

Faktor lain yang turut berpengaruh adalah kondisi geografis dan infrastruktur. Akses jalan yang sempit serta keterbatasan sumber air kerap menghambat proses pemadaman, sehingga api kecil dapat berkembang menjadi kebakaran besar.

Kelalaian Manusia

Di sisi lain, faktor kelalaian manusia juga masih menjadi penyebab signifikan. Penggunaan kompor yang tidak diawasi serta praktik pembakaran sampah menjadi pemicu yang kerap terjadi di lapangan.

Upaya Mitigasi

Untuk menekan angka kebakaran, BPBD bersama Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta telah melakukan sejumlah langkah mitigasi. Di antaranya melalui pembentukan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) serta pemasangan Lampu Otomatis Pemutus Arus (LOVA) guna mengantisipasi korsleting listrik.

Upaya mitigasi terus dilakukan, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi, agar risiko kebakaran dapat ditekan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga