Bocah 4 Tahun Tewas Terperosok Lubang Proyek Lapangan Futsal di Jaksel
Bocah 4 Tewas Terperosok Lubang Proyek Futsal Jaksel

Seorang bocah laki-laki berinisial I (4) tewas setelah terperosok ke dalam lubang proyek sedalam 3,7 meter di Tebet, Jakarta Selatan. Lubang tersebut merupakan bagian dari proyek pembangunan lapangan futsal milik pengusaha Isal Mawardi. Korban terjebak di dalam lubang selama kurang lebih empat jam sebelum akhirnya dievakuasi.

Lubang Proyek Futsal Jadi Tempat Maut

Kapolsek Tebet AKP Ischak mengonfirmasi bahwa lubang tersebut terkait proyek fasilitas olahraga. "Informasi yang kita dapat rencana untuk fasilitas olahraga lapangan futsal," ujarnya saat dihubungi, Selasa (30/6/2026). Hingga saat ini, belum diketahui sejak kapan lubang itu ada. Kepolisian masih menyelidiki kasus ini dan telah melimpahkan penanganannya ke Satreskrim Polres Jakarta Selatan.

"Saat ini masih dalam penyelidikan, untuk kejadian tersebut, dilimpahkan ke Satreskrim Polres Jaksel," kata Ischak saat ditanya apakah pemilik proyek akan dimintai keterangan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kronologi Kejadian

Peristiwa tragis itu terjadi pada Sabtu (27/6) pukul 23.40 WIB. Korban sedang bermain bersama teman-temannya di sekitar area proyek. Tanpa disadari, ia terperosok ke dalam lubang dengan kedalaman sekitar 3,5 hingga 4 meter dan diameter lubang hanya 30x30 cm.

"Korban bersama teman-temannya bermain di sekitar proyek. Korban terperosok ke dalam lubang proyek dengan kedalaman kurang lebih 3,5 sampai dengan 4 meter dan diameter lubang kurang lebih 30x30 cm," jelas Ischak.

Teman korban segera meminta bantuan warga sekitar. Petugas kepolisian pun tiba di lokasi, namun mengalami kendala dalam evakuasi karena lubang yang sempit.

"Upaya evakuasi manual dengan memasukkan personel bertubuh kecil ke dalam lubang untuk menarik korban. Upaya kurang berhasil karena lubang sempit dan anak yang masuk korban mengalami trauma serta tidak ada relawan untuk masuk lubang tersebut," ungkapnya.

Evakuasi Dramatis Selama Empat Jam

Polisi kemudian berkoordinasi dengan Puskesmas Tebet dan pemadam kebakaran (damkar) untuk mengerahkan alat berat. Kerumunan warga yang menyaksikan sempat menghambat proses evakuasi.

"Dilakukan pinjam pakai 2 unit ekskavator terdekat TKP. Sebelum penggalian, dilakukan konsolidasi untuk membuat jalur aman di samping lubang guna menghindari longsor. Polsek Tebet juga melakukan pengamanan TKP dengan pemasangan police line agar masyarakat tidak menghambat proses," kata Ischak.

"Ramainya warga yang menonton sehingga sempat menghambat proses evakuasi," imbuhnya.

Setelah sekitar empat jam, korban berhasil dievakuasi pada pukul 03.55 WIB. Ia sempat mendapatkan perawatan di RSCM, namun nyawanya tidak tertolong. "Kondisi korban balita tidak tertolong," tutup Ischak.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga