AS Serang Kapal Penyelundup Narkoba di Pasifik Timur, Dua Tewas
AS Serang Kapal Narkoba di Pasifik Timur, Dua Tewas

Militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap kapal yang diduga menyelundupkan narkoba di Samudra Pasifik Timur pada Jumat malam, 24 April 2026 waktu setempat. Serangan ini menewaskan dua orang yang oleh Washington disebut sebagai "teroris narkoba".

Korban Tewas Bertambah

Dengan tambahan dua kematian tersebut, jumlah total korban tewas dalam operasi militer AS melawan "teroris narkoba" di kawasan Amerika Latin kini mencapai sedikitnya 182 orang, menurut laporan AFP dan Anadolu Agency pada Sabtu, 25 April 2026.

Pernyataan Komando Selatan AS

Komando Selatan AS (SOUTHCOM) menyatakan bahwa militer AS "melancarkan serangan kinetik mematikan terhadap sebuah kapal yang dioperasikan oleh Organisasi Teroris yang Ditentukan". Intelijen mengonfirmasi bahwa kapal tersebut melintasi rute perdagangan narkoba yang diketahui di Pasifik Timur dan terlibat dalam operasi perdagangan narkoba.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Serangan ini diperintahkan oleh Komandan SOUTHCOM, Jenderal Francis L Donovan, dan dilaksanakan oleh Satuan Tugas Gabungan Southern Spear. Dua terduga teroris narkoba berjenis kelamin laki-laki tewas dalam aksi ini.

Operasi Meningkat Sejak September

Para pejabat militer AS mengklaim setidaknya tujuh serangan serupa dilancarkan sepanjang April 2026. Operasi ini merupakan bagian dari peningkatan aktivitas militer pemerintahan Presiden Donald Trump di Laut Karibia dan Pasifik Timur sejak September 2025, dengan dalih memerangi perdagangan narkoba.

Kontroversi dan Kritik

Pemerintahan Trump sejauh ini belum memberikan bukti kuat bahwa kapal-kapal yang menjadi target benar-benar terlibat dalam perdagangan narkoba, memicu perdebatan tentang legalitas operasi. Pakar hukum internasional dan kelompok HAM menilai serangan tersebut kemungkinan merupakan pembunuhan di luar hukum karena menargetkan warga sipil yang tidak menimbulkan ancaman langsung bagi AS. Para target juga tidak memiliki kesempatan untuk membela diri atau membuktikan ketidakbersalahan sebelum dibunuh.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga