Wakapolri: Arus Mudik Hari Pertama Naik 15%, Lalu Lintas Tetap Lancar
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo mengumumkan bahwa arus mudik pada hari pertama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Lonjakan arus diperkirakan mencapai 15 persen, menandai awal gelombang mudik Lebaran yang padat.
Peningkatan Arus dan Prediksi Gelombang Mudik
Komjen Dedi menyampaikan hal ini saat meninjau Pos Terpadu di Rest Area KM 57A Tol Jakarta-Cikampek, Sabtu (14/3/2026) siang. "Untuk lonjakan arus di hari pertama Operasi Ketupat 2026 sudah terlihat meningkat 15 persen dibandingkan tahun lalu. Meskipun di hari kedua ini sedikit menurun karena masih siang, namun kita prediksi gelombang pertama arus mudik terjadi malam ini tanggal 14-15," ujarnya.
Dia merinci bahwa pada tahun 2025, sebanyak 66.000 kendaraan melintasi ruas jalan tol hingga KM 57, sedangkan per hari ini sudah tercatat 75.000 kendaraan. Meski terjadi peningkatan, Komjen Dedi memastikan bahwa arus lalu lintas masih berjalan lancar berdasarkan pemantauan udara dari Jakarta hingga KM 29.
Antisipasi dan Penurunan Angka Kecelakaan
Menurutnya, peningkatan arus pada malam hari biasanya terjadi setelah masyarakat menjalankan buka puasa, salat, dan tarawih, serta kecenderungan pemudik memilih perjalanan malam untuk menghindari panas siang hari. Karena itu, dia meminta jajaran kepolisian menyiapkan langkah antisipasi, termasuk mengoptimalkan tim pengurai lalu lintas sebagai unit reaksi cepat di lapangan.
"Tim pengurai ini penting sebagai unit reaksi cepat untuk memonitor dinamika di lapangan dan memastikan arus lalu lintas tetap lancar," tegas Komjen Dedi.
Selain itu, dia menyampaikan kabar baik bahwa hingga hari kedua operasi, angka kecelakaan lalu lintas tercatat menurun drastis hingga 92 persen dibandingkan tahun lalu, dengan fatalitas nol. "Alhamdulillah sampai dengan hari kedua untuk angka laka lantas kita harapkan juga akan menjadi lebih baik dibandingkan tahun 2025. Kita menurun 92 persen, ini luar biasa," ungkapnya. Dia berharap kondisi ini dapat dipertahankan agar seluruh pemudik tiba di tujuan dengan selamat.
Inovasi dan Pelayanan untuk Pemudik
Komjen Dedi juga menekankan pentingnya pemanfaatan data traffic counting dari command center untuk menentukan langkah rekayasa lalu lintas secara cepat dan akurat selama periode mudik. "Data dan analisa yang akurat untuk traffic counting sangat menentukan strategi rekayasa lalu lintas, sehingga arus bisa terkontrol dengan baik," imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, dia mengapresiasi inovasi yang dilakukan jajaran Polda Jawa Barat dalam pengamanan arus mudik tahun ini, yang dapat menjadi model bagi wilayah lain. Contohnya termasuk:
- Pos terpadu tematik dan Posyan Masjid yang menyediakan layanan istirahat, hiburan, dan fasilitas ibadah.
- Takjil untuk membantu pemudik yang berpuasa.
- Program 'Motor Senyum', patroli mobile melibatkan polisi wanita dan personel TNI wanita untuk memberikan bantuan di rest area.
"Inovasi-inovasi ini sangat baik untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sejalan dengan tagline Operasi Ketupat yaitu 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia'," kata Komjen Dedi.
Pentingnya Manajemen Rest Area dan Keselamatan
Dia menyoroti bahwa manajemen rest area menjadi perhatian penting karena lokasi tersebut merupakan titik istirahat utama bagi pemudik, termasuk yang datang dari Sumatera menuju Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Komjen Dedi mengingatkan masyarakat agar tidak beristirahat di bahu jalan tol karena berisiko tinggi terhadap kecelakaan. Jika rest area penuh, petugas diminta tetap melakukan pengamanan dan mitigasi di sekitar lokasi.
Dengan berbagai langkah antisipasi dan inovasi pelayanan, Operasi Ketupat 2026 diharapkan dapat menjaga kelancaran dan keselamatan arus mudik selama periode Lebaran.
