AMKEI Serukan Perdamaian, Percayakan Penanganan Bentrokan ke Polisi
AMKEI Serukan Perdamaian dan Percayakan Penanganan Bentrokan

Seruan Perdamaian dari DPP AMKEI

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Angkatan Muda Kei Indonesia (DPP AMKEI), John Kei, secara resmi meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus bentrokan maut yang terjadi di Tambak, Menteng, Jakarta Pusat. Permintaan ini disampaikan melalui Ketua Harian DPP AMKEI, Abubakar Refra, saat mengunjungi Polda Metro Jaya pada Kamis (30/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, DPP AMKEI menyerukan seluruh masyarakat Indonesia Timur untuk menjaga perdamaian dan tidak bertindak anarkis.

“Kami menginstruksikan kepada seluruh pengurus, anggota, dan keluarga besar AMKEI, serta mengimbau seluruh masyarakat Indonesia Timur untuk menahan diri, menjaga ketertiban, dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri,” kata Abubakar di hadapan wartawan. Pernyataan ini menegaskan komitmen AMKEI untuk mencegah eskalasi konflik dan mendukung proses hukum secara profesional.

Penanganan Hukum Diserahkan ke Polisi

DPP AMKEI menegaskan bahwa mereka menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara bentrokan tersebut kepada penyidik kepolisian. Organisasi ini siap bersikap kooperatif jika dalam proses hukum ditemukan keterlibatan anggota atau pihak yang memiliki hubungan dengan AMKEI. “AMKEI Indonesia siap bersikap kooperatif apabila dalam proses hukum, ditemukan adanya keterlibatan anggota atau pihak yang memiliki hubungan dengan organisasi,” ujar Abubakar.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Lebih lanjut, AMKEI berharap seluruh rangkaian penyelidikan dilakukan secara transparan dan profesional. Mereka juga meminta kepolisian untuk menyelidiki pihak lain yang diduga menyebarkan kebencian dan diskriminasi terhadap masyarakat Indonesia Timur. “Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, provokasi, ujaran kebencian, ataupun konten yang dapat memicu konflik antarkelompok,” tambahnya.

Pernyataan John Kei

Ketua Umum DPP AMKEI Indonesia, John Kei, menegaskan bahwa AMKEI berkomitmen menjaga persatuan, kedamaian, stabilitas nasional, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pernyataan ini disampaikan dalam konteks upaya mencegah meluasnya konflik dan menjaga situasi tetap kondusif di Jakarta.

Kronologi Bentrokan Maut di Menteng

Peristiwa kericuhan bermula di salah satu lokasi pedagang nasi uduk di Jalan Tambak, Menteng. Bentrokan kemudian merembet hingga menyebabkan satu orang tewas setelah dilarikan ke rumah sakit. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan bahwa peristiwa pertama dipicu oleh suara knalpot kendaraan yang bising. “Kejadian ini berawal dari suara kebisingan knalpot. Kebisingan knalpot, sehingga mengganggu warga lainnya. Dan ini diteriaki, sehingga yang bersangkutan tidak terima, kembali ke lokasi tetapi yang meneriaki sudah tidak ada di lokasi kejadian,” kata Budi pada Senin (27/7) di Jalan Matraman Dalam.

Kericuhan ini mengakibatkan aksi perusakan dan pengeroyokan yang berujung pada tewasnya satu orang korban. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menetapkan tujuh orang tersangka.

Tersangka dan Proses Hukum

Polisi telah menetapkan tujuh tersangka dari peristiwa bentrokan maut tersebut. Empat tersangka dikenakan atas kasus perusakan gerobak pedagang, sementara tiga lainnya terlibat dalam pengeroyokan yang menyebabkan kematian. “Empat orang tersangka terhadap perusakan gerobak warga. Ini juga dari keterangan delapan saksi, termasuk petunjuk dari CCTV dan alat-alat bukti lainnya,” jelas Budi.

Keempat tersangka perusakan itu berinisial GNA, AJL, FAM, dan ELL. Sementara untuk kasus pengeroyokan, polisi menetapkan tiga tersangka dengan inisial SK, AS, dan OR. Seluruh tersangka kini telah ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat.

Imbauan untuk Masyarakat

AMKEI dan kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. DPP AMKEI menekankan pentingnya menjaga persatuan dan tidak menyebarkan ujaran kebencian yang dapat merusak kerukunan. Dengan adanya seruan perdamaian dari berbagai pihak, diharapkan konflik serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga