4 Anggota Keluarga Pembeli Jadi Tersangka Kasus Aniaya Kang Bakso di Tasikmalaya
4 Keluarga Pembeli Tersangka Aniaya Kang Bakso Tasikmalaya

4 Anggota Keluarga Pembeli Jadi Tersangka Kasus Aniaya Kang Bakso di Tasikmalaya

Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya Kota telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus penculikan dan penganiayaan terhadap seorang pedagang bakso berinisial S (48). Kejadian ini terjadi di Jalan Cieunteung, Kota Tasikmalaya, dan melibatkan anggota keluarga dari seorang perempuan yang mengaku menjadi korban pelecehan.

Hubungan Kekerabatan dengan Korban Pelecehan

Keempat tersangka tersebut memiliki hubungan kekerabatan dengan perempuan berinisial E (23), yang melaporkan dirinya sebagai korban pelecehan oleh pedagang bakso S. Mereka diidentifikasi sebagai kakak, adik, paman, dan pacar dari E, dengan inisial M, G, RT, dan FZ. Polisi telah menahan keempatnya setelah penetapan tersangka dilakukan.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Herman Saputra, menjelaskan bahwa aksi kekerasan ini merupakan respons emosional spontan. "Tidak ada yang menyuruh, ini aksi spontanitas saja, karena si cewek ini nangis sehingga karena ini masih ada ikatan saudara, ada kakaknya, adiknya, pamannya, melihat korban menangis tersulut emosinya sehingga berangkatlah mereka mendatangi pedagang bakso," ujarnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Peran Masing-Masing Tersangka dalam Aksi Kekerasan

Berdasarkan penyelidikan, setiap tersangka memiliki peran berbeda dalam kejadian tersebut. Ada yang bertugas memukul korban, membawanya dari kios bakso, atau menggunakan kendaraan untuk transportasi. "Dengan berbagai peran, ada yang bawa dari jongko (kios bakso), menggunakan motor, ada yang mukul," tambah Herman.

Kasus Pelecehan Seksual Masih dalam Penyidikan

Sementara itu, kasus pelecehan seksual yang dituduhkan kepada pedagang bakso S masih dalam tahap penyelidikan mendalam. Polisi belum menetapkan tersangka untuk kasus ini, karena bukti-bukti yang ada masih perlu dikaji lebih lanjut.

Herman menegaskan bahwa pihaknya akan bersikap profesional dalam menangani kedua perkara hukum yang saling terkait ini. Dugaan pelecehan seksual ini diduga terjadi melalui sebuah lubang di dinding atau sekat kayu kios bakso, di mana pelaku memasukkan jari untuk menyentuh tubuh korban.

"Bukan kepegang atau kesenggol, jadi papan itu bolong, nah diduga si pelaku memasukkan jari ke lubang di sekat itu sehingga menyentuh tubuh," jelas Herman. Namun, polisi belum menemukan unsur pelecehan seksual yang kuat, karena sentuhan yang dituduhkan sulit dibuktikan melalui visum.

Pertanyaan atas Unsur Seksual dalam Kejadian

Ukuran lubang di sekat kayu tersebut diperkirakan tidak lebih dari tiga jari orang dewasa. Selain itu, kehadiran istri pedagang bakso dan pacar perempuan E saat kejadian mempertanyakan motivasi seksual di balik insiden ini. "Kalau dipaksain lubang di sekat kayu itu tiga jari masuk, tapi ketika kejadian istri si mas bakso ada, pacar si perempuan ada di depannya, unsur seksualnya dimana?" tanya Herman.

Polisi terus mendalami kasus ini untuk memastikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat, sambil menjaga transparansi dalam proses hukum yang berjalan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga