Presiden Prabowo Subianto merespons keluhan warga Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belum merata. Dalam acara peresmian bendungan di Lombok Barat, Jumat (10/7/2026), Prabowo meminta warga bersabar dan memaklumi karena Indonesia adalah negara yang sangat besar.
MBG Program Strategis untuk Generasi Penerus
Prabowo awalnya menjelaskan pentingnya MBG sebagai program strategis untuk generasi penerus bangsa. Ia menekankan bahwa asupan gizi anak-anak harus disiapkan sejak dini. "Jadi kita ini, saudara-saudara, MBG sangat strategis. Karena ini makan untuk generasi penerus. Sel otak harus berkembang dengan baik. Sel tulang harus baik. Sel otot harus baik, dia berkembang sehat. Dia bisa jadi petani yang sehat, dia bisa jadi pekerja yang baik. Dia bisa jadi ilmuwan, jadi dokter. Kalau makan enggak bagus, tidak maksimal," kata Prabowo.
Indonesia Pelopor Program Makan Bergizi
Presiden juga menyebut bahwa Indonesia menjadi salah satu pelopor negara yang tidak hanya memberi makan anak-anak, tetapi juga menyasar ibu hamil hingga lansia. "Kita mungkin satu-satunya negara yang memberi makan kepada ibu hamil. Coba dicek ada enggak. Oh, ada yang belum sampai?" ujarnya merespons teriakan warga yang mengeluhkan distribusi MBG belum merata di NTB.
Prabowo Akui Distribusi Belum Merata
Prabowo mengakui bahwa masih banyak daerah yang belum mendapatkan distribusi MBG secara merata akibat luasnya wilayah Indonesia. Ia berharap program MBG bisa terlaksana sepenuhnya di seluruh wilayah Indonesia pada akhir tahun ini atau awal tahun depan. "Ya itu, saya minta kesabaran karena itu perjuangan kita. Mungkin baru sampai semua, saya berharap akhir tahun atau awal tahun depan. Negara kita besar sekali. Pasti ada desa-desa yang belum terima. Saya paham itu," pungkasnya.



