13 Remaja Diamankan Tim Jaguar karena Diduga Hendak Tawuran di Depok
13 Remaja Diamankan karena Diduga Hendak Tawuran

Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Hendra, membenarkan bahwa pengamanan terhadap kelompok remaja di Sukamaju Baru, Tapos, Depok, merupakan tindak lanjut dari laporan warga. Informasi yang diterima Polres Metro Depok itu langsung ditindaklanjuti dengan menerjunkan Tim Jaguar Presisi pada Sabtu, 1 Agustus 2026.

"Pengamanan sejumlah remaja ini berdasarkan informasi warga yang diterima Polres Metro Depok," ujar Hendra saat dikonfirmasi Liputan6.com.

Dalam keterangannya, Hendra menjelaskan bahwa polisi mendatangi lokasi yang disebutkan dalam laporan, yaitu Jalan Benda Rajawali 7 bawah, Sukamaju Baru, Tapos. Kedatangan Tim Jaguar membuat para remaja yang sedang nongkrong berusaha kabur. "Mereka yang melihat kedatangan Tim Jaguar langsung kabur berhamburan lari ke segala arah," jelas Hendra.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pengejaran dan Pengamanan 13 Remaja

Tim Jaguar tidak membiarkan para remaja melarikan diri. Pengejaran dilakukan ke berbagai arah hingga akhirnya seluruh terduga berhasil diamankan. Hendra menyebutkan bahwa sebanyak 13 remaja ditangkap di lokasi tersebut. "Tim melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan terduga pelaku tawuran tersebut, sebanyak 13 remaja," terang Hendra.

Para remaja tersebut diamankan saat berkumpul di sebuah lokasi tongkrongan. Menurut Hendra, mereka diduga akan terlibat dalam aksi tawuran yang direncanakan di wilayah Tapos. Beruntung, polisi tiba lebih dulu sebelum aksi tersebut digagalkan.

Setelah para remaja dapat dikendalikan, petugas langsung melakukan penyisiran di sekitar tempat berkumpul. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada senjata atau barang berbahaya lain yang tersisa. Hasilnya, petugas menemukan belasan senjata tajam yang diduga telah disiapkan untuk aksi tawuran.

"Ada 12 senjata didapati Tim Jaguar yang disimpan kelompok remaja, diduga untuk tawuran," ucap Hendra.

Rincian Barang Bukti Senjata Tajam

Hendra merinci, barang bukti yang ditemukan terdiri dari berbagai jenis. Berikut adalah daftar senjata tajam yang disita oleh Tim Jaguar Presisi:

  • enam bilah celurit;
  • tiga bilah gobang;
  • dua stik golf; dan
  • satu busur panah.

Total keseluruhan senjata tajam yang diamankan mencapai 12 unit. Jenis senjata yang ditemukan bervariasi, mulai dari senjata tajam tradisional seperti celurit dan gobang, hingga benda lain seperti stik golf dan busur panah. Keberadaan senjata-senjata ini menunjukkan bahwa rencana tawuran telah dipersiapkan sebelum akhirnya diketahui aparat.

Pemeriksaan Lanjutan di Polsek Cimanggis

Seluruh remaja yang diamankan beserta barang bukti kemudian dibawa ke Polsek Cimanggis. Hendra mengonfirmasi bahwa penanganan kasus ini berlanjut di tingkat kepolisian sektor. "Iya, kelompok remaja dan senjata tajam telah dibawa ke Polsek Cimanggis," ungkap Hendra.

Di Polsek Cimanggis, para remaja akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik. Polisi juga akan melakukan pendalaman untuk mengungkap motif serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam perencanaan tawuran. Langkah ini diambil agar aksi serupa tidak terulang di masa mendatang.

Pemeriksaan tersebut juga bertujuan untuk mengetahui latar belakang dan asal-usul senjata tajam yang disita. Dengan demikian, pengembangan kasus dapat dilakukan secara menyeluruh dan menyentuh akar permasalahan.

Pihak Polsek Cimanggis juga akan berkoordinasi dengan lingkungan sekitar untuk melakukan pembinaan terhadap remaja yang diamankan. Tujuannya, agar mereka memperoleh pendampingan dan tidak kembali terlibat dalam aksi tawuran.

Antisipasi dan Imbauan Polisi

AKP Hendra menegaskan bahwa Polres Metro Depok berkomitmen menekan angka kriminalitas, terutama aksi tawuran yang kerap melibatkan remaja. Tim Jaguar Presisi akan terus berupaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di seluruh wilayah Depok. "Kami akan berusaha menjaga kondusivitas Kota Depok dari kriminalitas yang meresahkan masyarakat," pungkas Hendra.

Selain melakukan patroli, kepolisian mengimbau masyarakat untuk aktif melapor apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas. Hendra menekankan pentingnya peran warga dalam membantu aparat mencegah aksi tawuran di lingkungan masing-masing. Laporan yang disampaikan secara cepat memungkinkan polisi melakukan tindakan pencegahan sebelum terjadi korban jiwa.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Penggerebekan di Tapos ini menjadi contoh bagaimana sinergi antara masyarakat dan polisi mampu menggagalkan aksi yang meresahkan. Dengan adanya pengawasan dari orang tua dan lingkungan, diharapkan remaja tidak mudah terpengaruh untuk melakukan tindakan kekerasan. Polisi juga akan terus memantau titik-titik rawan tawuran di Kota Depok.