Warga Cikokol Pusing Usai Makan Ikan Mabuk dari Cisadane yang Tercemar Pestisida
Warga Pusing Makan Ikan Mabuk Cisadane Tercemar Pestisida

Warga Cikokol Alami Pusing Usai Konsumsi Ikan Mabuk dari Sungai Cisadane yang Tercemar

Seorang warga Cikokol, Kota Tangerang, mengaku mengalami gejala pusing dan kliyengan setelah mengonsumsi ikan yang ditangkap dari aliran Sungai Cisadane. Ahlan (67) menceritakan bahwa meskipun ikan tersebut telah dicuci bersih dengan air mengalir dan juga menggunakan cuka sebelum dimasak, dampak negatif tetap dirasakan.

"Pusing juga saya habis makan, rasanya kaya kliyengan," ujar Ahlan, seperti dilaporkan. Ia mengaku hanya mencoba sedikit, namun gejala tersebut muncul beberapa saat setelah konsumsi. Belakangan, ia baru mengetahui adanya larangan sementara untuk mengonsumsi ikan dari Sungai Cisadane melalui pemberitaan di televisi dan media sosial.

Fenomena Ikan Mabuk yang Tidak Biasa di Cisadane

Sebagai warga yang tinggal di bantaran sungai, Ahlan dan tetangganya sebenarnya sudah familiar dengan fenomena ikan mabuk di Sungai Cisadane. Mereka kerap memanfaatkannya dengan menangkap dan menyantapnya bersama keluarga. Namun, kali ini kondisi terlihat sangat berbeda.

"Itu yang paling aneh, ikan sapu-sapu juga ikut mabok, mati. Ini bahan kimia apa nih? Warga mulai curiga di situ, kucing saja biasanya mau makan, ini enggak," tutur Ahlan. Ikan sapu-sapu dikenal sebagai spesies yang tahan banting dalam berbagai kondisi, sehingga kematiannya menimbulkan kecurigaan kuat akan adanya pencemaran kimia berbahaya.

Ciri-ciri lain yang diamati warga termasuk badan ikan yang mengeluarkan minyak dan insang berbintik merah. Akibatnya, aktivitas memancing atau menangkap ikan dihentikan sementara, dengan warga lebih memilih bersantai di pinggiran sungai saja.

Imbauan Kapolres dan Dampak pada Pasokan Air Bersih

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol. Raden Muhammad Jauhari, telah melakukan pengecekan langsung di bantaran Sungai Cisadane. Dalam kunjungannya, ia didampingi oleh Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, serta perwakilan PDAM setempat.

"Kami ingin memastikan langsung dampak pencemaran ini terhadap lingkungan dan masyarakat. Kami juga mengimbau warga agar tidak mengonsumsi ikan-ikan yang mati karena dikhawatirkan sudah terkontaminasi zat kimia berbahaya," tegas Kapolres. Pihak kepolisian juga menyuplai stok air bersih untuk warga sekitar sebagai langkah antisipasi.

Dugaan pencemaran ini berasal dari kebakaran gudang pestisida di kawasan Pergudangan Kota Tangerang Selatan. Cairan kimia tersebut mengalir dan mencemari Kali Jalantreng serta Sungai Cisadane, yang merupakan sumber air baku PDAM Kota dan Kabupaten Tangerang.

Gangguan pada Distribusi Air Bersih PDAM

Dody Efendi, Direktur Umum Perumda Tirta Benteng, mengonfirmasi bahwa pencemaran limbah kimia berbahaya dengan indikasi bau menyengat, air berminyak, dan kematian ikan mendadak telah memaksa penghentian sementara operasi instalasi pengolahan air.

"Kejadian kebakaran gudang bahan kimia di Serpong membuat air baku Sungai Cisadane tercemar limbah kimia berbahaya dengan indikasi bau menyengat, air sungai berminyak dan ikan mati mendadak, maka seluruh IPA Perumda TB kami stop operasi," jelasnya. Hal ini mengakibatkan gangguan pasokan air bersih ke ratusan ribu rumah pelanggan PDAM di Tangerang Raya.

Meski demikian, Kapolres menyatakan bahwa distribusi air bersih sudah mulai berangsur normal. PDAM Tirta Benteng telah melakukan pemeriksaan kualitas air dan mengoperasikan instalasi pengolahan secara optimal. Sebagai langkah tambahan, disiapkan mobil tangki air bersih untuk membantu kebutuhan warga jika diperlukan.

Polres Metro Tangerang Kota bersama instansi terkait akan terus memantau situasi dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada demi menjaga kesehatan dan keselamatan bersama.