Seorang bocah laki-laki berusia 8 tahun di Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten, menjadi viral setelah video dirinya kecanduan menghirup bensin beredar luas di media sosial. Pemerintah Kabupaten Serang melalui Dinas Sosial berencana memberikan rehabilitasi terhadap anak tersebut.
Dalam video yang dilihat detikcom, Kamis (2/6/2026), tampak beberapa anak berkumpul di sebuah pos atau gubuk. Salah seorang anak laki-laki berbaju kuning terlihat memegang botol berisi bensin dengan penutup terbuka. Ia berulang kali mencium aroma bensin dari botol tersebut tanpa melepaskannya. Anak-anak lain tampak bertanya dengan heran mengenai rasa bensin, namun bocah itu tidak memberikan jawaban.
Kurang Kasih Sayang Orang Tua
Camat Tirtayasa, Munarpi, mengonfirmasi bahwa pihaknya sudah mengetahui informasi mengenai anak yang kecanduan bensin tersebut. Ia menjelaskan bahwa saat ini anak tersebut tidak tinggal bersama orang tua kandungnya, melainkan diurus oleh saudaranya.
“Kurang kasih sayang dari orang tua mungkin ya. Karena pisahan gitu orang tua. Ibunya di Jakarta merantau, jadi dia diurus saudaranya gitu,” kata Munarpi, Kamis (2/6/2026). Kondisi ini diduga menjadi pemicu anak tersebut mencari pelarian dengan menghirup bensin.
Rencana Rehabilitasi oleh Dinsos dan Puskesmas
Munarpi mengungkapkan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan keluarga anak tersebut. Rencananya, Dinas Sosial Kabupaten Serang bersama puskesmas setempat akan memberikan rehabilitasi untuk mengatasi kecanduan tersebut.
“Rencananya mau ditangani sama Dinsos nih. Mudah-mudahan pihak keluarganya menyetujui gitu. Mau direhab,” ujarnya. Langkah ini diharapkan dapat memulihkan kondisi anak dan mencegah dampak buruk lebih lanjut akibat menghirup bensin secara terus-menerus.
Dampak Kecanduan Hirup Bensin
Menghirup bensin atau zat kimia volatil lainnya dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius, mulai dari kerusakan otak, gangguan pernapasan, hingga kematian. Pada anak-anak, efeknya bisa lebih parah karena sistem saraf yang masih berkembang. Kasus ini menjadi peringatan bagi orang tua dan masyarakat untuk lebih waspada terhadap pergaulan dan kebiasaan anak-anak di lingkungan sekitar.
Pemerintah Kabupaten Serang berharap penanganan segera dapat dilakukan agar anak tersebut pulih dan kembali menjalani kehidupan normal. Sementara itu, Camat Munarpi terus berupaya menjembatani komunikasi antara pihak keluarga dan instansi terkait.



