Serangan Rudal-Drone Rusia Tewaskan 13 Orang di Kyiv, Ukraina Minta Bantuan
Serangan Rudal Rusia di Kyiv Tewaskan 13 Orang

Rentetan serangan rudal dan drone Rusia menewaskan sedikitnya 13 orang di ibu kota Ukraina, Kyiv. Otoritas Ukraina pun mendesak sekutunya untuk mengirimkan lebih banyak sistem pertahanan udara.

Korban Jiwa dan Kerusakan Akibat Serangan

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, melalui media sosial mengonfirmasi bahwa hingga saat ini tercatat 13 kematian akibat serangan tersebut. Selain itu, sebanyak 86 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Serangan rudal dan drone Rusia ini menghancurkan sejumlah gedung apartemen di berbagai wilayah di Kyiv.

Ledakan mulai terdengar di Kyiv pada Rabu malam dan berlangsung hingga dini hari Kamis. Rudal dan drone Rusia menghujani daerah permukiman di pusat ibu kota Ukraina tersebut, menyebabkan kepanikan di kalangan warga. Banyak warga berdesakan di stasiun metro bawah tanah atau berlindung di ruang bawah tanah dan koridor untuk melindungi diri dari gempuran.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Desakan Ukraina untuk Bantuan Pertahanan Udara

Pemerintah Ukraina kembali mendesak sekutu-sekutunya untuk segera mengirimkan lebih banyak sistem pertahanan udara. Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiga, menulis di media sosial, "Jangan tunda keputusan tentang pertahanan udara untuk Ukraina! Ini adalah permintaan utama kami kepada mitra-mitra kami setelah Kyiv mengalami malam yang mengerikan."

Angkatan udara Ukraina melaporkan bahwa Rusia menembakkan 496 drone dan 74 rudal, termasuk proyektil balistik yang sulit dicegat. Dari jumlah tersebut, Ukraina berhasil menembak jatuh 48 rudal dan 476 drone. Meskipun demikian, serangan ini tetap menimbulkan korban jiwa dan kerusakan yang signifikan.

Serangan Terjadi Setelah Peringatan Zelensky

Serangan ini terjadi beberapa jam setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mempersingkat kunjungannya ke Dublin pada hari Rabu (1/7). Ia mengaku mendapatkan laporan intelijen tentang serangan Rusia yang akan segera terjadi. Zelensky sebelumnya telah memperingatkan bahwa Moskow sedang mempersiapkan "serangan besar-besaran".

Rusia secara rutin meluncurkan rudal dan drone ke kota-kota Ukraina, termasuk Kyiv, selama invasi yang telah berlangsung lebih dari empat tahun. Konflik ini telah menjadi perang paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II. Serangan terbaru ini menunjukkan bahwa eskalasi masih terus berlanjut.

Dampak dan Respons Internasional

Serangan rudal dan drone Rusia ini kembali menyoroti kebutuhan mendesak Ukraina akan sistem pertahanan udara yang lebih canggih. Ukraina berharap negara-negara mitra dapat mempercepat pengiriman bantuan militer, terutama sistem pertahanan udara seperti Patriot atau sistem lainnya yang mampu mencegat rudal balistik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Rusia mengenai serangan tersebut. Namun, serangan ini menambah daftar panjang kekerasan dalam perang yang telah menelan banyak korban jiwa. Sebelumnya, jumlah korban perang Ukraina disebut telah menembus 2 juta orang, dengan korban terbanyak berasal dari Rusia.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga