Toko Obat Keras di Jaktim Diserang dengan Petasan dan Oli oleh Warga Kesal
Toko Obat Keras di Jaktim Diserang Pakai Petasan dan Oli

Toko Obat Keras di Jaktim Diserang dengan Petasan dan Oli oleh Warga Kesal

Tiga toko yang menjual obat keras di wilayah Pasar Rebo, Jakarta Timur, menjadi sasaran serangan sekelompok orang tak dikenal. Insiden ini terjadi karena diduga pelaku kesal atas aktivitas penjualan obat keras tanpa izin di lokasi tersebut. Kapolsek Pasar Rebo, AKP I Wayan Wijaya, mengonfirmasi kejadian ini di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, seperti dilaporkan Antara pada Selasa, 10 Maret 2026.

Penyalahgunaan Usaha dan Imbauan Polisi

Menurut Kapolsek, kios-kios tersebut awalnya disewakan untuk usaha lain, seperti penjualan kosmetik, perangkat telepon seluler, dan kebutuhan rumah tangga seperti tisu. Namun, dalam praktiknya, diduga disalahgunakan untuk menjual obat keras tanpa izin. Wayan menjelaskan, "Awalnya, lokasi itu dipergunakan untuk usaha kosmetik, perangkat HP dan tisu. Tapi, kemudian disalahgunakan untuk menjual obat-obatan keras."

Polisi mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri jika menemukan dugaan tindak pidana. "Kami mengimbau kepada masyarakat apabila menemukan kios yang menjual obat daftar G agar melaporkan kepada pihak kepolisian. Kami pasti akan menindaklanjuti," ucap Wayan. Imbauan ini disampaikan untuk mencegah kekerasan serupa di masa depan.

Detail Serangan dengan Petasan

Peristiwa penyerangan dengan petasan oleh orang tak dikenal terjadi pada Sabtu malam, 7 Maret 2026. Toko tersebut berada di Jalan Raya Bogor, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Tindakan pemuda yang menembaki toko obat dengan petasan itu viral di media sosial. Pelaku mengendarai sepeda motor dan berhenti sambil menyulutkan petasan yang kemudian diarahkan ke toko.

Salah satu pengendara sepeda motor yang sedang membeli harus menghindar ketika melihat petasan mengarah ke dirinya. Tembakan pertama masuk ke dalam toko hingga meledak. Pemilik toko hanya bisa menunduk ketika diserang dengan tembakan oleh orang tak dikenal. Dari suara video yang beredar, terdengar penembakan itu terjadi lantaran pelaku kesal atas penjualan obat keras di toko tersebut yang dinilai dapat merusak generasi muda.

Serangan Tambahan dengan Oli

Selain ditembak petasan, toko penjual obat keras juga dilempar oli oleh warga di Jakarta Timur. Toko itu dilempari oli karena disebut menjual obat jenis tramadol. Dalam video yang dilihat pada Selasa, 10 Maret 2026, mulanya warga mengendarai sepeda motor berhenti di depan toko. Kemudian, dia melemparkan oli ke arah toko itu.

Terlihat ada dua orang yang sedang bertransaksi dengan penjual di toko itu. Usai melemparkan oli ke arah toko, pengendara motor segera tancap gas meninggalkan lokasi. Insiden ini menunjukkan tingkat frustrasi warga terhadap praktik ilegal tersebut.

Penyelidikan Polisi dan Kondisi Toko

Kanit Reskrim Polsek Kramat Jati, AKP Fadoli, mengatakan pihaknya telah menyelidiki informasi itu dengan mendatangi toko bersama Ketua RW dan RT setempat. Polisi juga mencari pemilik toko tersebut. Kemudian, dilakukan pembukaan toko secara paksa. "Tindakan yang dilakukan oleh pemilik toko membuka paksa rolling door toko bersama ketua RT dan RW, dan di dalam toko sudah kosong hanya ada lemari etalase," kata AKP Fadoli.

Penyelidikan ini bertujuan untuk mengungkap lebih lanjut tentang aktivitas penjualan obat keras tanpa izin dan mengambil tindakan hukum terhadap pelaku. Polisi berkomitmen untuk menindak tegas praktik ilegal yang membahayakan masyarakat, terutama generasi muda.