Teror Tetangga Tak Berakhir, Warga Depok Nekat Jual Rumah
Teror Tetangga Tak Berakhir, Warga Depok Nekat Jual Rumah

Keluarga Azis Suraji di Depok Terpaksa Jual Rumah Akibat Teror Tetangga

Rumah keluarga Azis Suraji di Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, menjadi sasaran teror bertubi-tubi dari tetangganya sendiri. Teror yang berlangsung sejak tahun 2025 itu akhirnya memaksa mereka untuk menjual rumah dan pindah.

Rekaman CCTV yang viral di media sosial memperlihatkan seorang pria melempar helm ke arah rumah keluarga Azis. Sebelum melempar, pria tersebut mondar-mandir menggunakan motor di depan pagar rumah korban. Di hari lain, pria yang sama juga membuang sampah ke rumah korban. Warga sekitar sempat berusaha melerai, namun justru memicu keributan.

Awal Mula Konflik: Salah Paham Candaan

Novita (29), anak Suraji, menceritakan awal mula konflik. Menurutnya, semua berawal dari kesalahpahaman. Ibunya bercanda dengan suami Novita yang merupakan warga negara asing (WNA) dan tidak mengerti bahasa Indonesia. Ibunya mengatakan 'orang gila' untuk membuat sang cucu tertawa, namun tetangganya merasa tersinggung.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Awal mulanya dulu kan suami saya WNA. Nggak mengerti bahasa Indonesia. Dia hanya paham kata-kata yang sarkas gitu, kayak intinyalah. Nah dia bercanda sama anaknya sampai nangis-nangis gitu. Terus mama bilang 'orang gila', biar anaknya ketawa segala macam, biar nggak nangis lagi," kata Novita ditemui di rumahnya, Jumat (17/7/2026). "Nah, katanya sakit hati sama perkataan mama saya 'orang gila', padahal nggak pernah ada sedikit pun keluarga saya yang ngatain dia pas kejadian," sambungnya.

Teror Berulang: Musik Keras hingga Golok

Setelah kejadian itu, keluarga Novita mulai diganggu dengan berbagai teror. Pelaku memutar musik keras-keras saat keluarga Novita mengadakan pengajian. "(Tahun) 2025, itu ketika, kenapa saya bilang nyetel musik itu benar adanya? Karena mama lagi pengajian ratiban malam Jumat. Wajar nggak tuh?" tanyanya.

Pagar rumah mereka rusak akibat ditendang pelaku pada Rabu (15/7) lalu. Novita juga mengaku keluarganya pernah diteror menggunakan golok saat Lebaran. Gangguan verbal hampir terjadi setiap hari. "Culture shock ya Mas, yang tadinya kita, satu, kita dari Kebagusan, Pasar Minggu, pindah. Awalnya tuh kita senang pindah ke sini. Pas kita punya tetangga seperti ini jadinya nyesel. Perasaannya tuh kayak nyesel kenapa pindah," katanya.

Niat Pindah dan Laporan Polisi

Keluarga Azis Suraji kini berniat pindah dari rumahnya. Novita merasa kenyamanan keluarganya terganggu akibat teror terus-menerus. "Beneran mau dijual, ini karena ya kenyamanannya udah terganggu," katanya. Sebelumnya, sempat ada tawaran tukar rumah, namun batal setelah calon penukar mengetahui kondisi tetangga.

Keluarga Novita akhirnya membuat laporan polisi (LP) pada Rabu (15/6) dengan nomor LP/B/1531/VII/2026/SPKT/POLRES METRO DEPOK. "Iya baru buat LP semalam," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Made Gede Oka saat dimintai konfirmasi, Kamis (16/7).

Polisi Olah TKP dan Periksa Saksi

Polres Metro Depok telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah Azis Suraji dan mengamankan barang bukti. "Petugas telah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta memeriksa pelapor dan sejumlah saksi sebagai bagian dari proses penyelidikan," demikian keterangan Polres Metro Depok di akun Instagram @polresmetrodepok, Sabtu (18/7/2026).

Polisi masih mendalami kasus ini secara cepat, transparan, dan akuntabel. "Saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman dengan memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan. Seluruh proses penanganan perkara dilakukan secara profesional, objektif dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," katanya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga