Staf PPPK Trauma Usai Dianiaya Ketua DPRD Bone, Minta Izin Tak Masuk Kantor
Staf Trauma Minta Izin Tak Masuk Kantor Usai Dianiaya

Yuli Novitasari (29), seorang staf PPPK paruh waktu di Sekretariat DPRD Bone, mengalami trauma berat setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong. Kejadian tersebut berlangsung di kantin DPRD Bone pada Rabu, 22 Juli 2026, sekitar pukul 14.30 WITA. Yuli diduga dilempari kue hingga disiram air oleh Andi Tenri di hadapan sejumlah pegawai lainnya.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan Yuli, insiden itu terjadi secara tiba-tiba. Ia mengaku tidak menduga akan mendapat perlakuan kasar dari atasannya. “Saya hanya sedang berada di kantin, tiba-tiba beliau datang dan melempar kue ke wajah saya, lalu menyiram air,” ujar Yuli dengan suara bergetar saat diwawancarai, Kamis (30/7/2026). Ia menambahkan bahwa tidak ada satu pun staf yang membantunya saat kejadian. “Semua hanya diam, tidak ada yang berani melerai,” katanya.

Peristiwa tersebut langsung menjadi perbincangan di kalangan pegawai DPRD Bone. Polisi dari Satreskrim Polres Bone telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kantin tersebut untuk mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami dugaan penganiayaan tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Trauma dan Izin Tidak Masuk Kantor

Sejak kejadian itu, Yuli mengaku belum pernah kembali masuk kantor. Ia merasa trauma dan belum siap menghadapi lingkungan kerja yang sama. “Semenjak sudah kejadian belum bisa ka dulu masuk kantor. Perasaanku masih tidak terima, ada juga rasa trauma,” ungkap Yuli kepada detikSulsel. Ia telah meminta izin kepada pimpinannya langsung, yaitu Kepala Bagian di sekretariat DPRD. “Tidak (tidak pernah masuk kantor setelah kejadian). Tapi sudah kusampaikan kabag bagian ku, bilang maaf tidak bisaka dulu masuk kantor,” jelasnya.

Yuli berharap agar kasusnya segera ditindaklanjuti secara hukum. “Saya ingin keadilan. Saya tidak mau ada pegawai lain yang mengalami hal serupa,” tegasnya. Sementara itu, Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong, belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan tersebut.

CCTV di TKP Tidak Rusak

Ketua Komisi 1 DPRD Bone, Rismono Sarlim, memastikan bahwa kamera pengawas (CCTV) yang berada di masjid dekat kantin lokasi kejadian tidak mengalami kerusakan. “CCTV tidak rusak. Barusan tadi saya cek sama Pak Sekwan (Sekretaris Dewan),” ujar Rismono, Kamis (29/7). Ia menjelaskan bahwa yang rusak hanya kabel HDMI, sehingga rekaman masih dapat diakses. Hal ini diharapkan dapat menjadi bukti yang kuat dalam proses investigasi.

Pihak DPRD Bone berjanji akan kooperatif dengan aparat penegak hukum. Kasus ini telah menimbulkan keprihatinan luas, terutama di kalangan pegawai pemerintah yang rentan terhadap kekerasan di tempat kerja. Organisasi pegawai negeri juga mendesak agar pelaku dihukum sesuai peraturan yang berlaku.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga