Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang siswi SMA Negeri 6 Jakarta meninggal dunia setelah terjatuh dari motor yang tersangkut kabel seling yang menjulur, lalu terlindas bus di Jalan Lauser, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (18/6).
Kronologi Kecelakaan
Peristiwa nahas itu terjadi pada pagi hari sekitar pukul 05.30 WIB. Korban yang merupakan pelajar SMAN 6 Jakarta mengendarai sepeda motor. Setang motornya kemudian mengenai kabel seling yang menjuntai ke bawah. Akibatnya, korban terjatuh dan dalam waktu bersamaan sebuah bus sekolah yang melintas tidak dapat menghindar sehingga korban terlindas.
Bus sekolah tersebut kini diamankan oleh Unit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Selatan. Sementara itu, korban telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Pernyataan Pihak Terkait
Kepala Suku Dinas Pendidikan II Jakarta Selatan, Sarwoko, menyatakan bahwa kasus ini masih dalam penanganan kepolisian sehingga belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut. “Masih dalam proses penanganan pihak kepolisian,” ucap Sarwoko, seperti dikutip dari Antara.
Secara terpisah, Kasat Lantas Polres Jakarta Selatan Kompol Mujiyanto juga membenarkan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan. “Kami cek, ya,” ujar Mujiyanto singkat.
Langkah Antisipasi Camat
Camat Kebayoran Baru, Rachmat Mulyadi, meminta kepada para lurah dan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) untuk meningkatkan pengawasan terhadap kabel-kabel bermasalah pascakecelakaan ini. “Sebagai langkah antisipasi, para lurah beserta petugas PPSU akan terus memonitor wilayah masing-masing secara intensif,” kata Rachmat kepada wartawan di lokasi kejadian, Kamis siang.
Ia mengaku khawatir jika masih ada kabel yang kendur dan menjuntai yang dapat membahayakan pengguna jalan. Oleh karena itu, ke depannya pengawasan kabel bermasalah di kawasan Kebayoran Baru akan ditingkatkan. “Kami terus memantau dan merapikan kabel-kabel yang kondisinya sudah sangat bermasalah agar tidak mengganggu arus lalu lintas maupun keselamatan warga,” ujar Rachmat.
Masalah Kabel Semrawut di Jakarta
Persoalan kabel semrawut yang menjuntai merupakan masalah klasik yang telah berlangsung lama di berbagai kota di Indonesia, termasuk Jakarta. Pada April lalu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara blak-blakan membahas proses penataan kabel utilitas yang menjuntai di berbagai titik ibu kota.
Menurut Pramono, penataan seluruh kabel menjuntai di wilayah ibu kota tidak bisa diselesaikan secara instan atau ‘bim salabim’. Ia menjelaskan bahwa penertiban utilitas ini membutuhkan waktu dan tahapan yang terukur agar pemindahan jaringan kabel ke bawah tanah dapat berjalan optimal dan aman bagi masyarakat. “Dan tapi ini memerlukan waktu, tidak bisa bim salahim semuanya akan selesai,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (13/4).
Pramono meminta masyarakat memahami proses transisi tersebut, seraya meyakinkan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyusun peta jalan yang terukur untuk menuntaskannya. “Tetapi, Pemerintah DKI Jakarta telah mempunyai program untuk itu,” ujar Pramono.
Ia memastikan regulasi yang mengatur penataan jaringan utilitas kini telah memiliki dasar hukum yang kuat, yaitu peraturan daerah (Perda) yang disahkan di DPRD DKI dan ditandatanganinya tahun lalu. “Jadi, SJUT (Sarana Jaringan Utilitas Terpadu) untuk sarana kabel yang kita masukkan ke dalam ini, perdanya sudah saya tandatangani,” jelasnya.
Selanjutnya adalah penyusunan aturan teknis, termasuk melalui Peraturan Gubernur (Pergub). Pascapengesahan aturan tersebut, Pemprov DKI Jakarta akan segera mengeksekusi rencana pemindahan utilitas udara yang kerap membahayakan masyarakat. Pramono memastikan seluruh jajarannya kini menaruh perhatian penuh pada pengerjaan proyek kabel tersebut agar tata kota menjadi lebih aman dan rapi.



