Pria di Padang Bakar Ibu Angkatnya dengan Pertalite di Kantor Ekspedisi
Pria Bakar Ibu Angkat dengan Pertalite di Kantor Padang

Pria di Padang Bakar Ibu Angkatnya dengan Pertalite di Kantor Ekspedisi

Seorang pria berinisial IK (36) melakukan tindakan nekat dengan membakar ibu angkatnya sendiri, AY (50), di sebuah kantor ekspedisi di Kota Padang. Peristiwa tragis ini terjadi pada hari Kamis, 12 Maret 2026, di kantor PT Lubuk Basung Ekspres yang berlokasi di Jalan Prof. Dr. Hamka, Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara.

Penganiayaan Berat dengan Bahan Bakar Minyak

Kapolsek Padang Utara, AKP Yuliadi, mengonfirmasi bahwa pelaku, IK, menyiram korban dengan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite sebelum membakarnya. Tindakan ini dikategorikan sebagai penganiayaan berat oleh pihak kepolisian karena melibatkan penggunaan bahan berbahaya yang dapat mengancam nyawa.

"Perbuatan IK masuk kategori penganiayaan berat. Sebabnya, pelaku menyiram korban dengan Pertalite, yang merupakan bahan mudah terbakar dan berisiko tinggi," jelas AKP Yuliadi dalam pernyataannya. Insiden ini menimbulkan keprihatinan di masyarakat setempat mengenai keamanan dan konflik keluarga yang dapat berujung pada kekerasan ekstrem.

Lokasi Kejadian di Kantor Ekspedisi

Kejadian berlangsung di kantor PT Lubuk Basung Ekspres, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa ekspedisi. Lokasi ini biasanya ramai dengan aktivitas bisnis, namun pada saat insiden, suasana berubah menjadi mencekam akibat aksi pembakaran tersebut. Saksi-saksi di tempat kejadian melaporkan kepanikan dan upaya untuk memadamkan api serta menolong korban.

Polisi saat ini masih menyelidiki motif di balik tindakan IK. Diduga, ada konflik pribadi atau masalah keluarga yang memicu aksi nekat ini. Investigasi lebih lanjut dilakukan untuk mengungkap detail peristiwa dan memastikan proses hukum berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Korban, AY, yang berusia 50 tahun, mengalami luka bakar serius akibat insiden ini dan telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Kondisinya masih dipantau oleh tim medis, sementara pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum.