Polisi Usut Teror Tetangga di Depok, Korban Jual Rumah
Polisi Usut Teror Tetangga di Depok, Korban Jual Rumah

Kasus teror tetangga yang dialami keluarga Azis Suraji di Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, memasuki babak baru setelah polisi turun tangan mengusut perkara ini. Akibat teror yang berlangsung lama, korban terpaksa menjual rumah mereka.

Kronologi Teror dan Dampak pada Korban

Dari rekaman CCTV yang viral di media sosial, tampak seorang pria melempar helm ke rumah keluarga Azis. Sebelumnya, pria tersebut mondar-mandir dengan motor di depan pagar rumah korban. Di hari lain, pria yang sama membuang sampah ke rumah korban, dan saat warga mencoba melerai, terjadi keributan.

Novita (29), anak Suraji, menceritakan bahwa tetangganya kerap berulah di depan rumah. Pada Rabu (15/7), pagar rumahnya dirusak dengan tendangan. "Itu (perusakan pagar) barusan yang tanggal 15 yang kemarin. Itu baru. (Pakai) kaki, ditendang," kata Novita ditemui di rumahnya, Jumat (17/7).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Novita mengaku keluarganya juga pernah diteror dengan golok saat Lebaran lalu. "Sampai pas Lebaran aja pernah kita dibawain golok. Keluarga lagi pada kumpul di rumah, dibawain golok. Banyak saksi hidup, keluarga saya masih pada hidup. Sayangnya belum ada CCTV," ucap Novita. Ia menambahkan, gangguan verbal hampir terjadi setiap hari.

Langkah Polisi dan Mediasi Sebelumnya

Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Hendra mengungkapkan pemicu teror adalah "kata-kata kasar dan setel musik karena saling berdekatan rumahnya." Polisi telah mengecek tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa lima orang saksi.

Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Made Gede Oka menyebut kedua belah pihak sempat dimediasi oleh Bhabinkamtibmas dan pengurus lingkungan setempat. Namun, pertikaian berlanjut hingga korban membuat laporan polisi. "Untuk perselisihan tersebut dimulai dari tahun 2024 ya informasinya, dan sudah beberapa kali dilakukan mediasi disaksikan pihak RT dan RW," ucap AKBP Made. Saat ini, korban telah membuat laporan polisi terkait perusakan properti rumah.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga