Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat langkah pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui edukasi, pendampingan, hingga penguatan layanan. Upaya ini merupakan komitmen Pemkab Sidoarjo di bawah arahan Bupati Subandi untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi seluruh warga.
Langkah Pencegahan Lintas Sektor
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Kabupaten Sidoarjo, Heni Kristiani, mengungkapkan bahwa berbagai langkah pencegahan terus dilakukan dengan melibatkan lintas sektor. "Kami terus bergerak melakukan penguatan pencegahan dan penanganan bersama seluruh mitra. Termasuk mengintegrasikan layanan hotline PPA dengan lintas sektor terkait," ujar Heni pada Minggu (31/5/2026).
Data Kasus Kekerasan hingga Mei 2026
Sepanjang tahun 2026 hingga bulan Mei, Dinas P3AKB mencatat sebanyak 138 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dari jumlah tersebut, kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih menjadi yang tertinggi dengan 46 kasus. Sementara itu, kasus pencabulan menyusul dengan 30 kasus. Kekerasan berbasis gender online (KBGO) juga menjadi perhatian serius. "Kasus KBGO mengalami tren kenaikan dari 5 kasus pada 2023 menjadi 8 kasus di 2025. Hingga Mei 2026, sudah terkumpul 4 kasus, menunjukkan ancaman digital semakin nyata," ungkap Heni.
Sosialisasi ke Sekolah dan Masyarakat
Pemkab Sidoarjo secara rutin menggelar pertemuan koordinasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Sosialisasi juga terus digencarkan ke sekolah-sekolah dan masyarakat agar upaya pencegahan semakin luas menjangkau keluarga dan lingkungan sekitar. "Kami turun langsung ke sekolah dan masyarakat untuk menggerakkan pencegahan," tegas Heni.
Penguatan Kapasitas Petugas Layanan
Pihaknya juga memperkuat kapasitas petugas layanan melalui pelatihan manajemen penanganan kasus dan trauma healing. Kesiapan sumber daya manusia menjadi bagian penting agar korban bisa mendapatkan pendampingan secara cepat dan tepat. Selain itu, PUSPAGA Rinata atau Pusat Pembelajaran Keluarga Rumah Informasi Kita terus dimaksimalkan. Langkah ini sejalan dengan dukungan dan arahan Bupati Sidoarjo Subandi agar perlindungan perempuan dan anak menjadi perhatian bersama.
Pembentukan Desa Ramah Perempuan Peduli Anak
"Kami juga melakukan pembentukan DRPPA (Desa Ramah Perempuan Peduli Anak) di desa dan kelurahan sebagai upaya perlindungan," pungkas Heni. Dengan berbagai langkah ini, Pemkab Sidoarjo berharap dapat menekan angka kekerasan dan menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi perempuan dan anak.



