Ledakan keras mengguncang perumahan mewah Grand Polonia di Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, pada Senin (20/7) sore. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB itu mengakibatkan sedikitnya lima unit rumah mengalami kerusakan, dengan satu rumah diduga sebagai pusat ledakan mengalami kerusakan berat.
Dampak Ledakan: Lima Rumah Terdampak, Kerusakan Bervariasi
Camat Medan Polonia, Alfi Pane, mengonfirmasi bahwa ledakan tidak hanya merusak bangunan utama, tetapi juga rumah-rumah di sekitarnya. "Total rumah yang terdampak sekitar empat sampai lima unit. Ada kanopi yang roboh, atap seng rusak, dan beberapa tembok jebol akibat ledakan," ujar Alfi saat dihubungi CNNIndonesia.com.
Rumah yang menjadi sumber ledakan mengalami kerusakan paling parah, sementara rumah di sisi kiri dan kanan juga terkena imbas. Sejumlah bagian bangunan seperti kanopi, atap seng, dan tembok mengalami kerusakan akibat tekanan ledakan.
Penyebab Ledakan Masih Misteri, Polisi Lakukan Penyelidikan
Hingga saat ini, penyebab pasti ledakan belum diketahui. Alfi Pane mengaku belum mendapatkan informasi terkait sumber ledakan. "Untuk penyebabnya saya pun belum dapat informasi. Polisi sudah di sini, sudah lengkap semua," jelasnya.
Aparat kepolisian bersama tim terkait masih melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian untuk mengungkap asal ledakan. Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai peristiwa tersebut.
Identitas Pemilik Rumah dan Korban Jiwa Masih Didata
Alfi juga menyatakan bahwa pihaknya belum memperoleh informasi mengenai identitas pemilik rumah yang menjadi pusat ledakan. Selain itu, data resmi mengenai kemungkinan adanya korban jiwa masih menunggu hasil pemeriksaan petugas.
"Apakah ada korban atau tidak kita juga belum tahu. Tadi informasinya masih ada kemungkinan orang di dalam rumah, tetapi kami menunggu hasil pemeriksaan petugas," kata Alfi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari aparat kepolisian terkait kejadian ledakan di Grand Polonia Medan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menunggu informasi lebih lanjut dari pihak berwenang.



