Kecelakaan maut terjadi di Jalur Pantura Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Minggu (12/7) siang. Sebuah mobil pikap atau bak terbuka yang mengangkut 17 orang mengalami kecelakaan dengan dua truk besar, mengakibatkan 13 orang meninggal dunia. Tiga orang meninggal di tempat kejadian perkara (TKP), sementara sisanya meninggal saat dalam perawatan di dua rumah sakit.
Kronologi Kecelakaan
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Menurut Kanit Gakkum Satlantas Polres Indramayu Ipda Masnan, kecelakaan berawal saat mobil pikap bernomor polisi E 8559 RB yang dikemudikan Warkidi melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon setelah menghadiri acara pernikahan. Setiba di lokasi kejadian, sopir berniat memutar arah. Saat berhenti di lajur kanan, kendaraannya ditabrak dari belakang oleh truk wing box Hino. Akibat tabrakan tersebut, mobil pikap terdorong ke depan dan ditabrak oleh truk Hino lain yang datang dari arah berlawanan.
"Menurut saksi, kendaraan pikap Grand Max dikemudikan saudara Warkidi datang dari arah Jakarta menuju Cirebon ketika berhenti di lajur kanan, kemudian tertabrak belakang dengan depan kendaraan truk Hino Wing Box. Kemudian kendaraan pikap terdorong ke depan tertabrak oleh kendaraan truk Lost Bak Hino BA yang datang dari arah berlawanan," ujar Masnan, dikutip dari Antara.
Korban Tewas dan Luka-luka
Kecelakaan tersebut mengakibatkan tiga penumpang mobil pikap meninggal dunia di TKP, sementara belasan korban lainnya dilarikan ke rumah sakit. Dari jumlah tersebut, 10 orang kemudian meninggal di Rumah Sakit Bhayangkara di Losarang dan Rumah Sakit Mitra Plumbon di Widasari, Kabupaten Indramayu. Total korban tewas menjadi 13 orang. "Semuanya [meninggal] 13. Yang 3 orang meninggal di TKP, 4 di RS Plumbon, 6 di RS Bhayangkara," kata Kasat Lantas Polres Indramayu AKP Undang Syarif Hidayat pada Minggu malam.
Salah satu korban tewas adalah sopir mobil pikap, Warkidi. Data kepolisian menyebutkan delapan korban tewas merupakan warga Blok Cemeti, Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu. Mereka adalah Idah, Karsini, Sanera, Yunah, Ayu, Shinta, Al, dan Warsidi (sopir). Ketua RT 13 Blok Cemeti, Rawid, membenarkan bahwa mayoritas korban adalah warganya. "Betul, delapan orang itu warga kami," katanya kepada detikJabar.
Tiga korban lainnya teridentifikasi sebagai warga Blok Telukan, Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener. Seluruh korban diketahui baru saja pulang mengantar rombongan pengantin dari Desa Parean, Kecamatan Kandanghaur.
Penanganan dan Olah TKP
Pada Senin siang, Satlantas Polres Indramayu bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Jabar menggelar olah tempat kejadian dengan metode Traffic Analisis Accident (TAA). Hal ini dilakukan untuk mendalami penyebab kecelakaan dan memastikan kronologi yang akurat. "Salah satu yang meninggal sopir mobil bak terbuka," ujar AKP Undang Syarif Hidayat saat dihubungi.



