Kreator Konten di Lampung Pura-pura Mati Saat Diperkosa Dua Pemuda
Dua pemuda di Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian karena melakukan tindakan keji berupa pencurian dan pemerkosaan terhadap seorang kreator konten wanita yang berinisial UK. Kejadian ini menggegerkan masyarakat setempat dan menimbulkan keprihatinan atas keamanan warga.
Modus Pura-pura Perbaiki Saluran Air
Kapolres Mesuji, AKBP Muhammad Firdaus, mengungkapkan bahwa kedua pelaku, yang salah satunya pernah bekerja di kontrakan korban, menggunakan modus berpura-pura hendak memperbaiki saluran air di kamar korban. Karena korban mengenali salah satu pelaku, ia pun mengizinkan mereka masuk ke dalam kontrakannya.
"Mereka ini sudah merencanakan hal pemerkosaan, jadi caranya mereka ini berdalih ingin memperbaiki saluran air di kamar korban. Rupanya, salah satu pelaku ini pernah bekerja di sana," kata Firdaus, seperti dilansir dari sumber berita.Korban Dipaksa dan Diancam
Setelah masuk, salah satu pelaku mengunci kamar korban. Di dalam kamar tersebut, korban dipaksa tidur dengan leher dicekik hingga mulut disumpal oleh sehelai baju. Mereka langsung memperkosa korban sambil memegangi tangan, mencekik, dan mengancam agar korban tidak berteriak.
Dalam kondisi terdesak, korban akhirnya berpura-pura pingsan. Taktik ini membuat kedua pelaku mengira korban telah tewas, sehingga mereka memutuskan untuk membawa tubuh korban untuk dibuang.
Pelarian dan Penangkapan
Saat dalam perjalanan, korban menyadari ada warga yang melintas. Ia pun memanfaatkan kesempatan itu dengan melompat dan berteriak minta tolong. Pelaku yang sebelumnya telah mengambil handphone iPhone dan motor korban, langsung kabur meninggalkan tempat kejadian.
Atas kejadian tersebut, korban segera melaporkan peristiwa ini kepada pihak berwajib. Dua hari kemudian, tepatnya pada hari Minggu (8/2/2026), kedua pelaku berhasil ditangkap oleh polisi setelah penyelidikan intensif.
Implikasi dan Peringatan
Kasus ini menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap orang yang dikenal, terutama dalam situasi yang mencurigakan. Kapolres Firdaus menekankan bahwa kejahatan seperti ini sering kali direncanakan dengan matang, sehingga masyarakat perlu lebih hati-hati.
Insiden ini juga mengingatkan akan risiko yang dihadapi oleh para kreator konten dan individu lainnya yang mungkin menjadi target kejahatan. Peningkatan pengamanan dan kesadaran hukum sangat diperlukan untuk mencegah terulangnya kasus serupa di masa depan.