PP ISNU Gelar Dialog dan Workshop Anti Kekerasan Perempuan dan Anak di Jakarta
PP ISNU Gelar Dialog Anti Kekerasan Perempuan dan Anak

PP ISNU Gelar Dialog Publik dan Workshop Literasi Anti Kekerasan Perempuan dan Anak

Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) mengadakan Dialog Publik dan Workshop Literasi Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Grand Orchardz Hotel, Kemayoran, Jakarta, pada tanggal 9-10 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen organisasi dalam memperkuat peran intelektual Nahdlatul Ulama untuk merespons masalah kekerasan yang masih menjadi persoalan serius di Indonesia.

Isu Kekerasan sebagai Persoalan Kebangsaan

Ketua Umum PP ISNU, Prof. Kamaruddin Amin, menegaskan bahwa isu kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak boleh dipandang sebagai persoalan sektoral, melainkan sebagai persoalan kebangsaan yang memerlukan keterlibatan aktif dari seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, ISNU sebagai entitas epistemik memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk membangun kesadaran publik melalui penguatan literasi.

"ISNU ingin mengambil peran strategis dengan memperkuat literasi, agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih kritis, empatik, dan berkeadilan dalam menyikapi isu ini," ujar Kamaruddin Amin. Ia menambahkan bahwa literasi anti kekerasan tidak cukup hanya sebagai wacana normatif, tetapi harus diwujudkan menjadi gerakan nyata yang mampu membentuk cara pandang dan perilaku sosial.

Narasumber dan Fokus Kegiatan

Dialog publik ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional terkemuka, termasuk:

  • Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Arifatul Choiri Fauzi, sebagai pembicara kunci.
  • Prof. Nyayu Khadijah dari Kementerian Agama RI.
  • Ketua Komnas Perempuan, Maria Ulfah Anshor.
  • Komisioner Komnas Perempuan, KH. Daden Sukendar.
  • Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Ai Rahmayanti.

Selain dialog, kegiatan ini juga mencakup workshop literasi yang berfokus pada penguatan kapasitas peserta dalam memproduksi konten edukatif yang ramah perempuan dan anak. Workshop ini akan dipandu oleh Dewan Ahli PP ISNU, Prof. Nur Kholisoh.

Tujuan dan Harapan Kegiatan

Penanggung jawab kegiatan, Zainun Nasihah Ghufron, menjelaskan bahwa acara ini dirancang tidak hanya sebagai ruang diskusi, tetapi juga sebagai forum pembelajaran praktis yang berorientasi pada aksi. "Harapannya, peserta tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi mampu menjadi agen literasi yang menyampaikan pesan moral anti kekerasan kepada publik, serta memproduksi konten yang edukatif, sensitif gender, dan berpihak pada perlindungan perempuan dan anak," kata Zainun.

Melalui kegiatan ini, PP ISNU juga berencana untuk merumuskan rekomendasi kebijakan dan rencana tindak lanjut sebagai kontribusi intelektual dalam mendukung agenda nasional pencegahan kekerasan. Ini diharapkan dapat menjadi dasar penguatan gerakan literasi ramah perempuan dan anak yang berkelanjutan di lingkungan NU dan masyarakat luas.

Dengan menggelar dialog dan workshop ini, PP ISNU menunjukkan komitmennya untuk membangun jejaring dengan pemerintah, lembaga negara, dan masyarakat sipil guna memperkuat agenda perlindungan perempuan dan anak di Indonesia.