Bocah Perempuan di Demak Tewas Gantung Diri, Unggah Chat Makian Ibu di WhatsApp
Seorang bocah perempuan di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, ditemukan tewas gantung diri di rumahnya pada Kamis (12/1) sore. Peristiwa tragis ini terjadi setelah korban sebelumnya mengunggah tangkapan layar percakapan yang berisi kata-kata kasar dari ibunya di aplikasi WhatsApp.
Chat Makian Ibu Diunggah Sebelum Kejadian
Kasat Reskrim Polres Demak, Iptu Anggah Mardwi Pitriyono, mengungkapkan bahwa tangkapan layar percakapan tersebut diunggah oleh korban beberapa hari sebelum peristiwa gantung diri. "Screenshot itu adalah chat dari ibunya ke korban dan diunggah oleh korban di WhatsApp beberapa hari sebelum peristiwa gantung diri," jelas Anggah melalui sambungan telepon, seperti dilansir detikJateng, Jumat (13/2/2026).
Dalam tangkapan layar itu, tertulis beberapa kata kasar yang menunjukkan nada emosi dari ibu korban. Selain itu, korban juga menulis kalimat di foto tersebut, yaitu "Di balik tawa gua, disisi lain aku juga cape", yang mengindikasikan beban emosional yang dirasakannya.
Kronologi Penemuan Jenazah
Berdasarkan rekaman CCTV, ibu korban pulang ke rumah dengan mengendarai mobil pada sore hari. Ibu korban masuk ke rumah pukul 18.01 WIB sambil menggendong anaknya yang lain, yaitu adik korban. Setelah masuk, ibu korban langsung menemukan anaknya telah gantung diri. Tak berselang lama, ia keluar rumah dan berteriak meminta pertolongan.
Peristiwa ini terjadi di lingkungan tempat tinggal korban di Kabupaten Demak. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap motif dan latar belakang kejadian ini.
Peringatan Penting Kesehatan Mental
Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi tindakan serupa. Bagi pembaca yang mengalami gejala depresi atau memiliki pemikiran untuk bunuh diri, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan pihak-pihak yang dapat membantu, seperti:
- Psikolog atau psikiater
- Klinik kesehatan mental
- Layanan konseling darurat
Kasus ini menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, terutama pada anak-anak dan remaja yang mungkin menghadapi tekanan emosional. Dukungan keluarga dan lingkungan sekitar sangat krusial dalam mencegah tragedi serupa di masa depan.