Bentrokan Pelajar SMA 5 dan 2 Bandung Usai Bukber, 1 Siswa Tewas
Bentrokan Pelajar SMA Bandung Usai Bukber, 1 Tewas

Bentrokan Pelajar SMA 5 dan 2 Bandung Usai Bukber, 1 Siswa Tewas

Insiden tragis mengguncang Kota Bandung ketika seorang siswa SMAN 5 Bandung meregang nyawa setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok pelajar. Peristiwa berdarah ini terjadi usai korban menghadiri acara buka bersama atau Bukber, menandai awal Ramadan dengan duka.

Jasad Ditemukan di Jalan Cihampelas

Jasad korban ditemukan tergeletak di kawasan Jalan Cihampelas, Kota Bandung, pada Jumat (13/3) malam. Kabar ini langsung menyebar luas setelah rekaman video amatir dari lokasi kejadian viral di media sosial Instagram, memicu keprihatinan publik.

Dalam potongan video yang beredar, tampak sejumlah pemuda berkerumun di dekat sebuah sepeda motor yang terjatuh, tidak jauh dari posisi tubuh korban yang sudah tak berdaya. "Meuni rarusuh bro, bro, bro, bro," ucap perekam saat melintas di jalan itu dengan menggunakan sepeda motor, seperti dilansir dari laporan detikJabar, Minggu (15/3/2026).

Penyebab Masih Diselidiki, Polisi Turun Tangan

Hingga saat ini, penyebab pasti bentrokan yang berujung maut tersebut masih dalam penyelidikan mendalam. Pihak kepolisian telah turun tangan untuk mengusut tuntas kasus ini, dengan harapan menemukan kejelasan di balik insiden memilukan ini.

Kapolsek Coblong, Kompol Riki Erikson, membenarkan adanya peristiwa maut tersebut. Ia menjelaskan bahwa kasus ini kini telah dilimpahkan ke tingkat polres untuk penanganan lebih lanjut. "Penanganan di Polrestabes," kata Riki sapaan karibnya via pesan singkat, Sabtu (14/3).

Riki mengonfirmasi bahwa insiden tersebut pecah pada tengah malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Saat dikonfirmasi mengenai keterlibatan antarkelompok pelajar, Riki menduga kuat adanya perselisihan antara dua sekolah ternama di Bandung, yaitu SMAN 5 dan SMAN 2. "Betul dugaan awal anak SMAN 5 dan 2 (perselisihan hingga berujung penganiayaan)," ujarnya.

Warga Sekitar Tidak Tahu Awal Mula Bentrokan

Tim detikJabar telah menelusuri lokasi kejadian (TKP), namun warga sekitar mengaku tidak mengetahui secara pasti bagaimana awal mula bentrokan pecah. Saat warga tiba, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

"Sudah tergeletak, sudah meninggal dunia," kata Adi (40) saat ditemui. Berdasarkan keterangan Adi, peristiwa ini bermula saat korban dan rombongannya pulang dari acara bukber. Mereka datang dalam kelompok besar menggunakan puluhan sepeda motor dari arah Ciumbuleuit, dengan korban diduga berada di posisi barisan belakang rombongan.

Adi menambahkan, "Katanya habis bukber, anak-anak SMA 5 tuh berapa puluh motor nggak tahu ya, cuman dari arah Ciumbuleuit ya turun ke sini. Nah, katanya sih ada anak-anak SMA 2 di sini. Nggak tahu gimana kejadianya tiba-tiba langsung gini. Nggak tahu yang pertama menjadi konflik tuh siapa, nggak tahu. Nggak tahu SMAN 2-nya, nggak tahu SMAN 5-nya."

Ia juga menyebutkan bahwa tubuh korban ditemukan tepat di bawah pohon besar yang berdiri di pinggir jalan. "Saya lihat, badannya sudah tergeletak," tambah Adi. Sesaat setelah kejadian, Adi langsung melapor ke pihak berwajib, dan Tim Prabu Lodaya Presisi Polrestabes Bandung menjadi unit pertama yang tiba di lokasi, disusul oleh tim Inafis Satreskrim Polrestabes Bandung untuk melakukan olah TKP.

Insiden ini menyoroti pentingnya pengawasan terhadap aktivitas pelajar, terutama di momen Ramadan yang seharusnya diisi dengan kedamaian. Masyarakat pun diharapkan tetap tenang sambil menunggu hasil penyelidikan polisi yang lebih lanjut.