Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras saat Berkendara Motor di Salemba
Jakarta - Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban dugaan penyiraman air keras di Jalan Salemba I, Senen, Jakarta Pusat, pada Jumat (13/3/2026). Insiden ini terjadi saat korban sedang mengendarai sepeda motor di kawasan tersebut.
Kronologi Kejadian dan Kondisi Korban
Menurut keterangan dari Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, peristiwa bermula ketika Andrie Yunus berkendara motor di Jalan Salemba I. Tiba-tiba, seorang orang tak dikenal menyiramkan cairan berbahaya ke arahnya, menyebabkan korban terjatuh dari kendaraannya.
Akibat serangan tersebut, Andrie Yunus mengalami luka-luka pada sekujur tubuhnya. "Korban mengalami luka pada tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta mata kanan. Saat ini korban masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM)," jelas Budi Hermanto dalam keterangan tertulisnya.
Usai kejadian, korban meminta bantuan kepada rekannya yang berinisial RFA (30 tahun), yang kemudian membawanya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSCM untuk mendapatkan penanganan medis segera.
Respons dan Penyidikan Polisi
Polda Metro Jaya telah membenarkan adanya peristiwa ini dan tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku serta motif di balik penyerangan tersebut. "Kami membenarkan adanya peristiwa dugaan penyiraman cairan berbahaya terhadap seorang korban di kawasan Salemba, Jakarta Pusat," tegas Budi Hermanto.
Polisi menegaskan bahwa kasus ini ditangani secara serius dan profesional. Mereka juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian ini untuk segera melapor. "Kami mengutamakan keselamatan korban serta akan menindaklanjuti setiap informasi dan alat bukti yang ada. Kami juga mengimbau kepada masyarakat yang mengetahui peristiwa ini atau memiliki informasi terkait agar segera melapor kepada pihak kepolisian terdekat," tandasnya.
Dampak dan Konteks Insiden
Insiden penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS ini menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan para pembela hak asasi manusia di Indonesia. Andrie Yunus, sebagai wakil koordinator organisasi yang fokus pada isu kekerasan dan penghilangan paksa, kini harus menjalani perawatan akibat luka-luka yang dideritanya.
Kejadian ini terjadi di tengah aktivitasnya sehari-hari, menunjukkan betapa rentannya situasi yang dihadapi oleh para aktivis. Polisi belum memberikan pernyataan lebih lanjut mengenai dugaan motif atau identitas pelaku, namun penyidikan terus dilakukan untuk mengungkap kebenaran di balik serangan ini.
Masyarakat diharapkan tetap waspada dan membantu pihak berwajib dengan memberikan informasi yang relevan, sementara keluarga dan rekan-rekan Andrie Yunus memberikan dukungan selama masa pemulihannya di rumah sakit.



