Polisi Turki pada hari Selasa (23/6/2026) menangkap lebih dari 200 orang yang diduga memiliki hubungan dengan ISIS dan kelompok-kelompok sayap kiri ekstrem yang dilarang. Penangkapan massal ini dilakukan menjelang KTT NATO yang akan digelar di Ankara, ibu kota Turki, pada 7-8 Juli mendatang.
Jumlah Tersangka dan Kelompok yang Ditargetkan
Menurut kantor kejaksaan Ankara, 209 orang telah ditahan di Ankara, sementara 32 orang lainnya masih dalam daftar buron. Dari mereka yang ditahan, 185 orang di antaranya diduga menjadi anggota beberapa organisasi sayap kiri ekstrem yang ditetapkan sebagai kelompok teroris oleh Ankara. Salah satu kelompok yang menjadi sasaran adalah Revolutionary People's Liberation Party-Front (DHKP-C), yang telah mengaku bertanggung jawab atas serangan-serangan di Turki di masa lalu.
Langkah Keamanan Menjelang KTT NATO
Pihak berwenang mengatakan operasi tersebut menargetkan beberapa kelompok sebagai bagian dari langkah-langkah keamanan yang lebih luas. Sebelumnya, kantor gubernur Ankara mengumumkan pada Senin (22/6) malam tentang larangan semua aksi demonstrasi mulai 28 Juni hingga akhir KTT NATO. KTT tersebut diharapkan akan mempertemukan para pemimpin dari 32 negara anggota, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Penangkapan ini menunjukkan keseriusan Turki dalam mengamankan jalannya KTT NATO yang akan membahas berbagai isu pertahanan dan keamanan regional. Dengan adanya larangan demonstrasi dan operasi penangkapan massal, pemerintah Turki berupaya meminimalisir potensi gangguan selama pertemuan puncak tersebut berlangsung.



