Mati listrik atau pemadaman bergilir ternyata menjadi ancaman terbesar bagi alat elektronik di rumah, bahkan lebih berbahaya daripada air atau benturan fisik. Pakar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof. Machmud Effendy mengungkapkan, pemadaman listrik yang terjadi secara tiba-tiba dan berulang dapat menyebabkan kerusakan serius pada berbagai perangkat elektronik.
Dampak Mati Listrik pada Elektronik
Menurut Prof. Machmud, barang elektronik yang bergantung pada listrik sebagai sumber energi sangat rentan rusak saat listrik padam. "Barang elektronik yang sumber energinya harus menggunakan listrik itu memang sangat rawan ya, apabila listrik itu padam," katanya saat dihubungi Kompas.com pada Sabtu (20/6/2026). Ia menjelaskan bahwa lonjakan arus listrik saat listrik kembali menyala sering kali menjadi penyebab utama kerusakan komponen elektronik.
Frekuensi Pemadaman Tingkatkan Risiko
Semakin sering terjadi pemadaman, semakin besar potensi kerusakan. Perangkat seperti televisi, kulkas, AC, dan komputer sangat sensitif terhadap perubahan tegangan. Kerusakan bisa berupa komponen yang terbakar, papan sirkuit rusak, hingga perangkat mati total. Prof. Machmud menyarankan penggunaan stabilizer atau UPS untuk melindungi perangkat dari lonjakan arus.
Tips Melindungi Alat Elektronik
Untuk mengurangi risiko kerusakan, ia merekomendasikan untuk mencabut colokan perangkat saat listrik padam dan menunggu beberapa saat setelah listrik normal sebelum menyambungkannya kembali. "Langkah sederhana ini bisa memperpanjang umur alat elektronik," tambahnya. Dengan meningkatnya frekuensi pemadaman listrik di beberapa daerah, kesadaran akan perlindungan perangkat elektronik menjadi semakin penting.



