Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 18 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Solo Raya, Jawa Tengah, pada Kamis (9/7). Mereka diamankan di tiga lokasi, yaitu Sukoharjo, Solo, dan Wonogiri. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan seluruh pihak yang terjaring sempat menjalani pemeriksaan awal di Polresta Surakarta. Salah satu yang diamankan adalah Bupati Sukoharjo Etik Suryani.
Pemeriksaan Awal di Polresta Surakarta
"Dalam perkembangan rangkaian peristiwa tertangkap tangan tersebut, tim melakukan pemeriksaan awal terhadap 18 orang di Polresta Surakarta," kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (10/7/2026). "Pihak-pihak tersebut di antaranya diamankan di wilayah Wonogiri, Solo, dan Sukoharjo," lanjutnya.
Dari 18 orang yang diamankan, KPK membawa sembilan orang ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Rombongan pertama yang terdiri dari empat orang, termasuk Etik Suryani, telah tiba di Gedung Merah Putih KPK pada Jumat (10/7). "Salah satunya adalah Bupati Sukoharjo, sedangkan tiga orang lainnya merupakan ASN di lingkungan Pemkab Sukoharjo," ujar Budi.
Lima Orang Lainnya Menyusul
Sementara itu, lima orang lainnya dijadwalkan tiba di Gedung Merah Putih KPK pada Jumat siang. Mereka terdiri dari tiga aparatur sipil negara (ASN) dan dua pihak swasta. Menurut Budi, para pihak yang telah tiba di Gedung Merah Putih KPK langsung menjalani pemeriksaan intensif. "Para pihak saat ini yang sudah tiba di Gedung Merah Putih KPK langsung dilakukan pemeriksaan secara intensif. Begitu pula beberapa lainnya juga masih menjalani pemeriksaan di Polresta Surakarta," katanya.
Dugaan Pemerasan oleh Bupati Sukoharjo
Budi mengatakan OTT tersebut diduga berkaitan dengan tindak pidana pemerasan yang melibatkan Bupati Sukoharjo. Namun, KPK belum memerinci bentuk dugaan pemerasan maupun waktu terjadinya peristiwa tersebut. "Untuk tempusnya nanti secara lengkap kami akan sampaikan dalam konferensi pers, kemungkinan sore atau malam. Nanti kami akan update," ujar Budi.
Ia mengatakan penyidik masih mendalami dugaan pemerasan tersebut, termasuk kaitannya dengan mayoritas pihak yang diamankan, yakni ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo. "Kita akan dalami dalam pemeriksaan pagi ini, dugaan tindak pemerasan yang dilakukan oleh Bupati ini kaitannya soal apa. Nanti kita akan sampaikan detailnya ya. Karena memang beberapa yang diamankan mayoritas adalah ASN di lingkungan Pemkab Sukoharjo," pungkasnya.



