Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (20/7/2026) pagi, hanya beberapa jam setelah ia menonton final Piala Dunia 2026 bersama pejabat daerah. KPK menyegel dua ruang kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan mengamankan total 19 orang, termasuk sang bupati.
Kronologi Penangkapan: Dari Nobar hingga Penyegelan Ruang Kerja
Menurut laporan detikBali, Lalu Ahmad sempat menggelar nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina bersama jajaran pejabat Pemkab Lombok Barat hingga subuh. Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Barat Akhmad Saikhu mengonfirmasi bahwa ia bersama bupati dan sejumlah pejabat lainnya mengikuti acara nobar tersebut. "Saya mungkin dalam konteks ini tidak akan menjelaskan lebih jauh. Karena tadi pagi kan kita nonton (final Piala Dunia) bareng (Bupati) sampai pagi kita di lapangan, terus setelah itu udah selesai bola pulang kita," ujarnya.
Namun, beberapa jam kemudian, sekitar pukul 07.30 Wita, KPK menyegel ruang kerja Bupati Lalu Ahmad Zaini dan ruang kerja Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPK) Lalu Ratnawo. Sekda Akhmad Saikhu mengaku baru mengetahui penyegelan setelah tiba di kantor.
OTT KPK: 19 Orang Diamankan, Tujuh Dibawa ke Jakarta
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcayanto membenarkan adanya OTT di Lombok Barat. "Benar," katanya singkat. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa operasi ini merupakan hasil penyelidikan tertutup. "KPK melakukan kegiatan penyelidikan tertutup yang kemudian terjadi peristiwa tangkap tangan di wilayah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Di mana dalam rangkaian peristiwa tangkap tangan tersebut tim mengamankan sejumlah 19 orang," kata Budi di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.
Dari 19 orang yang diamankan, tujuh di antaranya akan dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta pada malam hari yang sama untuk pemeriksaan lebih lanjut. "Yang kemudian 7 di antaranya malam ini akan dibawa ke gedung KPK Merah Putih untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ucap Budi. Ia menambahkan bahwa pihak yang diamankan berasal dari kalangan Pemkab Lombok Barat hingga pihak swasta. Lalu Ahmad Zaini sendiri ditangkap di rumah dinasnya.
Dugaan Suap Proyek dan Barang Bukti Ratusan Juta Rupiah
OTT ini berkaitan dengan dugaan suap yang diterima Lalu Ahmad dari sejumlah proyek di Lombok Barat. "Perkara ini diduga berkenaan dengan penerimaan yang dilakukan oleh bupati terkait dengan proyek-proyek yang ada di lingkungan Kabupaten Lombok Barat," kata Budi. KPK menyita sejumlah barang bukti, termasuk uang tunai dalam pecahan rupiah dan dokumen terkait. Nilai uang yang diamankan mencapai ratusan juta rupiah. "Sampai dengan saat ini uang yang diamankan senilai ratusan juta rupiah," ungkap Budi.
Langkah Selanjutnya: Pemeriksaan Intensif dan Penentuan Status Hukum
Lalu Ahmad bersama enam orang lainnya dijadwalkan tiba di Gedung Merah Putih KPK malam ini. Mereka akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut sebelum KPK menentukan status hukum para pihak yang ditangkap. "Tentu nanti yang dibawa di Jakarta yang memang sesuai kebutuhan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ungkap Budi. KPK masih terus mendalami perkara ini dan belum mengumumkan secara rinci mengenai konstruksi kasus serta besaran uang suap yang diduga diterima.



