Penggeledahan Kafe de'CLAN: Brankas Berlapis Berisi Uang dan Emas
Brankas Berlapis Berisi Uang dan Emas di Kafe de'CLAN

Tim gabungan Kortas Tipikor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan di Kafe de'CLAN Signature Cipete, Jakarta Selatan, pada Rabu (8/7/2026). Penggeledahan ini terkait penyidikan tiga dugaan perkara korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU), meliputi dugaan korupsi blackout batu bara PLN, pengelolaan PT Asabri periode 2020-2025, serta dugaan korupsi dalam penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI pada kurun waktu yang sama.

Suasana di kafe yang berlokasi di Jalan Cipete Raya Nomor 63, Cilandak, Jakarta Selatan, tampak lengang pada siang hari. Tidak terlihat lalu-lalang pengunjung seperti biasa. Di dalam bangunan dua lantai itulah penyidik melakukan penggeledahan.

Fokus Penggeledahan di Lantai Dua

Penggeledahan dipusatkan di lantai dua kafe. Menurut F, seorang saksi yang mendampingi proses penggeledahan, ada tiga ruangan yang diperiksa penyidik. Seluruh ruangan berada di area bertanda "Area Khusus Staf". "Tiga ruangan yang digeledah, di lantai dua semua," katanya saat berbincang dengan Liputan6.com.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

F menjelaskan bahwa bagian kanan bangunan berbentuk huruf L difungsikan sebagai kantor atau ruang staf, sedangkan sisi kiri digunakan sebagai area makan. Salah satu ruangan yang diperiksa merupakan ruang kerja pimpinan. Di ruangan itulah penyidik menemukan brankas yang menjadi perhatian utama.

Temuan Brankas di Dalam Brankas

Brankas tersebut tidak terlihat dari luar. Penyidik terlebih dahulu membuka sebuah buffet atau lemari sebelum menemukan pintu lain yang mengarah ke ruang penyimpanan. "Pintu kedua. Di dalam buffet. Jadi buffet-nya dibuka, ada pintu lagi. Nah itu dibongkar," ujar F.

Menurut F, di balik pintu itu masih terdapat lapisan penyimpanan lain. "Di dalam brankas ada brankas lagi. Dua brankas kecil. Jadi brankas gede, brankas kecil. Ada dua." Ia mengaku sempat keluar ruangan untuk merokok sehingga tidak menyaksikan seluruh proses penggeledahan. Namun ketika kembali, barang-barang dari dalam ruang penyimpanan sudah mulai diamankan.

"Brankas sama isinya. Duit ada, di koper. Ada barang-barang lagi juga, kayaknya emas. Saya keluar kelamaan merokok," ujar dia. F mengatakan uang yang sempat dilihatnya berupa mata uang dolar dan rupiah. Seluruh barang bukti kemudian diangkut keluar dari lokasi dengan mobil putih. Malam harinya ia ikut menuju Polda Metro Jaya untuk menyaksikan pembukaan barang bukti dan menandatangani berita acara.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga