Trump Sebut Serangan ke Iran sebagai 'Pembalasan' dan Klaim Iran Ingin Damai
Trump: Serangan ke Iran Pembalasan, Iran Ingin Damai

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut gelombang serangan terbaru ke Iran pada Rabu (08/07) malam sebagai 'pembalasan atas pengeboman kapal-kapal oleh Iran kemarin' di Selat Hormuz. Dalam unggahan di media sosial, Trump menulis, 'Jika ini terjadi lagi, dampaknya akan jauh lebih buruk!'

Iran Klaim Ingin Berdamai, AS Lancarkan Serangan

Dalam penerbangan pulang dari KTT NATO di Turki menuju Washington pada Kamis (09/07) pagi, Trump mengklaim Iran 'baru saja menelepon' dan 'sangat ingin membuat kesepakatan.' Namun, ia meragukan keseriusan Iran. 'Saya tidak tahu apakah mereka layak untuk membuat kesepakatan. Saya tidak tahu apakah mereka akan menepati kesepakatan itu, itulah masalahnya,' kata Trump kepada wartawan di dalam Air Force One.

Ketika ditanya mengapa pasukan Iran masih terus menyerang kapal-kapal komersial di Selat Hormuz jika mereka berminat pada kesepakatan, Trump menjawab bahwa mereka 'agak gila.' Sebelumnya, AS melancarkan gelombang serangan baru ke Iran pada Rabu malam hingga Kamis (09/07) pagi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Iran: Serangan Tak Akan Berguna, Hormuz Hanya Dibuka dengan Syarat Kami

Kepala perunding Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, memperingatkan AS bahwa serangan militer yang terus berlanjut tidak akan ada gunanya. Dalam unggahan di media sosial Kamis (09/07) pagi, Ghalibaf menulis, 'Jangan meronta-ronta sia-sia, atau kamu akan semakin tenggelam. Selat Hormuz hanya akan dibuka dengan pengaturan Iran, bukan ancaman Amerika.' Ghalibaf, yang juga menjabat Ketua Parlemen Iran, menegaskan bahwa Iran akan terus membalas setiap serangan. 'Amerika belum juga belajar bahwa intimidasi dan ingkar janji tidak lagi tanpa konsekuensi. Biar saya jelaskan dengan lugas: jika kamu menyerang, kamu akan dibalas,' katanya.

Mohsen Rezaee, perwira militer Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sekaligus penasihat senior pemimpin tertinggi, menyatakan Rabu malam bahwa musuh-musuh Iran akan 'dihukum berat.' Dalam unggahannya, Rezaee mengutip ayat Al-Quran: 'Maka barang siapa menyerang kamu, seranglah dia setimpal dengan serangannya terhadap kamu,' lalu menambahkan dalam bahasa Persia, 'Musuh agresor dan para sekutunya akan dihukum berat.'

Serangan Baru AS Lebih Besar, Pejabat AS Buka Suara

Seorang pejabat AS mengatakan kepada kantor berita Reuters pada Rabu (08/07) sore bahwa gelombang serangan Amerika terbaru ke Iran akan lebih besar jumlahnya dibanding yang dilancarkan Selasa (07/07) malam. Selasa malam, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengklaim pasukannya telah menghantam lebih dari 80 target, termasuk sistem pertahanan udara Iran, pos radar pesisir, dan 60 kapal kecil IRGC.

Sementara itu, IRGC menyatakan telah membalas dengan menyerang fasilitas militer AS di Kuwait dan Bahrain sepanjang Rabu (08/07). Trump sebelumnya melontarkan pernyataan yang tampak saling bertentangan, mengatakan aksi saling serang ini tidak akan berujung pada tindakan militer 'jangka panjang' dan bahwa 'apa pun yang terjadi akan berlangsung sangat cepat,' namun juga menyiratkan militer AS mungkin akan 'menyelesaikan pekerjaan ini sampai tuntas.'

Artikel ini pertama kali ditulis dalam bahasa Inggris dan diadaptasi oleh Fika Ramadhani.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga