Dua gempa dahsyat dengan Magnitudo (M) 7,1 dan M 7,5 mengguncang Venezuela, memicu operasi penyelamatan besar-besaran di ibu kota Caracas. Petugas penyelamat dan Garda Nasional bekerja keras mengevakuasi korban dari reruntuhan bangunan yang ambruk akibat guncangan.
Evakuasi Korban di Caracas
Tim penyelamat bergegas mencari orang-orang yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan di Venezuela usai diguncang gempa bumi beruntun yang dahsyat. Sebuah video dari kantor berita Reuters menunjukkan petugas penyelamat menarik seseorang dari reruntuhan bangunan di Caracas dan mengangkutnya dengan tandu ke dalam ambulans yang sudah menunggu.
Guncangan gempa dilaporkan dirasakan hingga ke wilayah Caracas. Seorang saksi mata mengatakan kepada Reuters bahwa retakan muncul pada dinding bangunan mereka saat gempa terjadi. Warga bergegas mengungsi saat gempa mengguncang bangunan.
Gangguan Infrastruktur dan Konektivitas
Konektivitas internet di wilayah Venezuela mengalami penurunan signifikan, termasuk di Caracas. Menurut lembaga pengawas NetBlocks, gempa bumi turut merusak infrastruktur listrik dan telekomunikasi. Belum jelas apakah pemadaman listrik yang meluas juga melanda wilayah yang terkena dampak.
Gangguan konektivitas ini dapat mempengaruhi ketersediaan informasi dan video yang keluar dari hotspot dalam beberapa jam mendatang. Hal ini menyulitkan koordinasi tim penyelamat dan penyebaran informasi terkini.
Gempa Beruntun dan Peringatan Tsunami
Gempa dahsyat beruntun ini terjadi pada Rabu (24/6) sore waktu setempat, dengan titik gempa berada di wilayah dekat pesisir Venezuela. Sistem Peringatan Tsunami Amerika Serikat mengeluarkan peringatan tsunami untuk Puerto Rico dan Kepulauan Virgin setelah terjadinya gempa dahsyat tersebut.
Presiden Venezuela telah mengumumkan keadaan darurat usai diguncang dua kali gempa dahsyat. Bantuan internasional mulai mengalir, termasuk dari Amerika Serikat yang mengerahkan bantuan untuk korban gempa.



