KM Nurul Salsa Tenggelam di Selayar: Angkut 17 Ton Barang dan 4 Sapi
KM Nurul Salsa Tenggelam: 17 Ton Barang, 4 Sapi

Kapal Motor (KM) Nurul Salsa yang tenggelam di Perairan Selayar, Sulawesi Selatan, membawa muatan berat berupa 17 ton bahan pokok dan hasil perkebunan, serta empat ekor sapi. Kapal tersebut juga mengangkut 70 penumpang dan awak kapal.

Muatan Kapal Berdasarkan Manifes

Kasubsi Penmas Polres Kepulauan Selayar, Aipda Suardi Andre, mengungkapkan rincian muatan kapal. "Iya berdasarkan manifes KM Nurul Salsa mengangkut beras 10 ton, kopra 2 ton, arang 5 ton dengan jumlah 17 ton. Kemudian ada sapi 4 ekor dan sepeda motor 6 unit," kata Suardi kepada CNNIndonesia.com, Kamis (16/7).

Kronologi Tenggelamnya Kapal

KM Nurul Salsa berangkat dari Pulau Jampea pada Rabu (15/7) sekitar pukul 05.00 WITA. Di tengah perjalanan, kapal mengalami gangguan mesin. Kepala Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, menjelaskan, "Kapal mengalami gangguan mesin di tengah perjalanan pada posisi perairan barat Pulau Polassi." Kapal akhirnya tenggelam di perairan sekitar 43 mil laut dari Pelabuhan Benteng Selayar.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Proses Evakuasi dan Korban

Tim SAR melakukan evakuasi terhadap penumpang dan awak kapal. KM Harapan Kita yang bergerak dari Pulau Jampea berhasil menemukan dan mengevakuasi sejumlah penumpang pada Kamis (16/7) sekitar pukul 04.00 WITA. "Sebanyak 49 orang berhasil dievakuasi. Sementara ada 6 orang lainnya berhasil diselamatkan oleh kapal nelayan yang berada di sekitar lokasi kejadian dan dievakuasi menuju Pulau Polassi," ungkap Arif.

Berdasarkan data sementara, jumlah korban selamat sebanyak 49 orang, satu orang dilaporkan meninggal dunia. Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap 24 orang yang belum ditemukan, dengan total penumpang dan awak kapal sebanyak 74 orang.

Data Korban Masih Belum Valid

Arif menambahkan bahwa data korban masih belum valid. "Tapi data korban ini masih belum valid, karena pihak tim SAR gabungan masih menunggu informasi dari pihak keluarga, dan mudah-mudahan tidak ada lagi laporan adanya pihak keluarga yang berada dalam KM Nurul Salsa tersebut," ungkapnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga