Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Kehutanan dengan Inisiatif Sister Park dan Investasi Karbon
Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Kehutanan dan Investasi Karbon

Indonesia dan Jepang Perkuat Kolaborasi Kehutanan dan Konservasi

Jakarta - Dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto, Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Lingkungan Hidup Jepang Ishihara Hirotaka di Tokyo, Jepang, pada Selasa (31/3/2026). Pertemuan ini bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral kedua negara, khususnya dalam kerja sama di bidang kehutanan, konservasi, dan pengendalian perubahan iklim.

Inisiatif Sister Park untuk Pengembangan Taman Nasional Berkelas Dunia

Raja Juli Antoni mengusulkan pengembangan kerja sama Sister Park antara Fuji-Hakone-Izu National Park di Jepang dengan taman nasional di Indonesia. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan tata kelola menuju pengembangan taman nasional berkelas dunia. "Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan tata kelola menuju pengembangan taman nasional berkelas dunia," ujar Raja Juli usai pertemuan bilateral.

Dia menegaskan bahwa pertemuan bilateral tersebut merupakan bagian dari upaya untuk mempererat hubungan bilateral kedua negara, sejalan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto. Raja Juli berharap kerja sama ini dapat mendorong solusi inovatif berbasis alam untuk menghadapi tantangan perubahan iklim global.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Undangan Investasi Karbon dan Dukungan Kebijakan Nasional

Dalam konteks aksi iklim, Raja Juli juga mengundang sektor swasta Jepang untuk berpartisipasi dalam investasi karbon di Indonesia. Khususnya melalui kegiatan aforestasi dan reforestasi, termasuk di kawasan taman nasional. Peluang ini semakin terbuka dengan terbitnya kebijakan nasional terkait Nilai Ekonomi Karbon melalui Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Nasional.

Aturan tersebut memungkinkan implementasi Voluntary Carbon Market yang lebih terstruktur dan kredibel, sehingga mendorong investasi hijau dari pihak asing. "Indonesia dan Jepang menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi di sektor kehutanan, sekaligus mendorong solusi inovatif berbasis alam untuk menghadapi tantangan perubahan iklim global," katanya.

Apresiasi Jepang untuk Kerja Sama Konservasi Satwa Liar

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Jepang Ishihara Hirotaka menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia atas penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Prefektur Shizuoka terkait perlindungan dan konservasi satwa liar. Kerja sama ini termasuk program breeding loan komodo, yaitu peminjaman komodo dari Indonesia ke lembaga konservasi luar negeri untuk dikembangbiakkan di luar habitat aslinya.

"Kerja sama tersebut berfokus pada program breeding loan komodo sebagai bagian dari upaya pelestarian spesies ikonik Indonesia secara berkelanjutan," jelas Ishihara. Selain itu, dia juga mengapresiasi kunjungan delegasi Indonesia ke Fuji-Hakone-Izu National Park sebagai bagian dari pertukaran pengalaman pengelolaan taman nasional berstandar internasional.

Undangan Bergabung dalam Jejaring Kawasan Lindung Asia

Ishihara Hirotaka turut mengundang Indonesia untuk bergabung dalam Asia Protected Areas Partnership, sebuah jejaring kawasan lindung yang berfokus pada Taman Nasional di Asia. Jejaring ini saat ini telah melibatkan 17 negara dan bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi regional dalam pengelolaan kawasan konservasi.

Dengan berbagai inisiatif ini, kedua negara berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama di sektor kehutanan dan lingkungan, mendukung upaya global dalam menghadapi perubahan iklim, serta melestarikan keanekaragaman hayati untuk generasi mendatang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga