Diplomasi Hijau RI-Jepang: Sister Park dan Investasi Karbon di Taman Nasional
Diplomasi Hijau RI-Jepang: Sister Park dan Investasi Karbon

Diplomasi Hijau RI-Jepang: Perkuat Kerja Sama Sister Park dan Investasi Karbon di Taman Nasional

Jakarta - Dalam upaya mempererat hubungan bilateral dan menghadapi tantangan global, Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Lingkungan Hidup Jepang Ishihara Hirotaka di Tokyo. Pertemuan ini menjadi momen penting untuk memperkuat kerja sama strategis antara kedua negara di bidang kehutanan, konservasi, dan pengendalian perubahan iklim.

Dukungan Jepang untuk Konservasi Satwa Liar Indonesia

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Ishihara menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Kehutanan, atas penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Prefektur Shizuoka. MoU ini berfokus pada perlindungan dan konservasi satwa liar, dengan program breeding loan komodo sebagai bagian dari upaya pelestarian spesies ikonik Indonesia secara berkelanjutan.

Jepang juga mengapresiasi kunjungan delegasi Indonesia ke Fuji-Hakone-Izu National Park, yang menjadi bagian dari pertukaran pengalaman dalam pengelolaan taman nasional berstandar internasional. Selain itu, Jepang mengundang Indonesia untuk bergabung dalam Asia Protected Areas Partnership, sebuah jejaring kawasan lindung yang berfokus pada Taman Nasional di Asia dan telah melibatkan 17 negara.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Inisiatif Sister Park dan Investasi Karbon

Menteri Raja Juli Antoni menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerja sama erat dari Pemerintah Jepang. Dia menegaskan bahwa pertemuan bilateral ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto untuk mempererat hubungan bilateral kedua negara.

Lebih lanjut, Raja Juli mengusulkan pengembangan kerja sama Sister Park antara Fuji-Hakone-Izu National Park dengan taman nasional di Indonesia. Inisiatif ini diharapkan dapat:

  • Memperkuat pertukaran pengetahuan dan pengalaman.
  • Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor kehutanan.
  • Memperkuat tata kelola menuju pengembangan taman nasional berkelas dunia (World Class National Park).

Dalam konteks aksi iklim, Raja Juli juga mengundang sektor swasta Jepang untuk berpartisipasi dalam investasi karbon di Indonesia. Peluang ini meliputi kegiatan aforestasi dan reforestasi, termasuk di kawasan taman nasional, yang semakin terbuka dengan terbitnya kebijakan nasional terkait Nilai Ekonomi Karbon melalui Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025.

Komitmen Bersama untuk Masa Depan

Melalui pertemuan ini, Indonesia dan Jepang menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi di sektor kehutanan. Kedua negara bertekad untuk mendorong solusi inovatif berbasis alam guna menghadapi tantangan perubahan iklim global, dengan fokus pada konservasi dan pembangunan berkelanjutan.

Pertemuan bilateral ini tidak hanya memperkuat diplomasi hijau antara kedua negara, tetapi juga membuka peluang baru untuk investasi dan kerja sama teknis yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan ekonomi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga