BMKG Sebut 6 Provinsi Rawan Karhutla saat Musim Kemarau dan El Nino
BMKG Sebut 6 Provinsi Rawan Karhutla saat Kemarau El Nino

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani menyebutkan enam provinsi yang menjadi fokus utama rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat musim kemarau dan ancaman fenomena El Nino. Keenam provinsi itu adalah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Pernyataan tersebut disampaikan Teuku usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (28/7).

Enam Provinsi Rawan Karhutla

Dalam rapat tersebut, Teuku menjelaskan bahwa daerah-daerah tersebut memiliki kerentanan tinggi terhadap karhutla karena karakteristik lahan gambut dan kondisi cuaca kering yang diperparah oleh El Nino. "Untuk kebakaran hutan dan lahan, tadi saya sebutkan ada enam provinsi yang menjadi fokus kita semua, yaitu ada Riau, Jambi, Sumatra Selatan, kemudian Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan," ujarnya. Selain keenam provinsi itu, pemerintah juga secara situasional menerapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kepulauan Riau, Aceh, dan beberapa tempat lain.

Langkah Antisipasi dan Operasi Modifikasi Cuaca

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah menerapkan OMC secara berkala untuk mengurangi risiko karhutla. OMC dilakukan dengan menyemai garam ke awan untuk memicu hujan buatan. Teuku menambahkan bahwa di tengah fenomena El Nino ini, pemerintah fokus mengantisipasi dua hal utama: potensi karhutla dan kekeringan. Untuk mengatasi kekeringan, BMKG bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pihak swasta dalam melakukan modifikasi cuaca guna mengisi waduk-waduk di Indonesia.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Pengisian waduk-waduk yang ada di Indonesia, kita punya 240 waduk. Beberapa, memang tidak semua, itu kita coba isi agar bisa difungsikan untuk PLTA, bisa difungsikan untuk irigasi, dan air bersih," jelas Teuku. Upaya ini diharapkan dapat menjaga ketersediaan air bagi pembangkit listrik tenaga air, irigasi pertanian, dan kebutuhan air bersih masyarakat.

Indonesia Masuk Kategori El Nino Kuat

Teuku juga menyampaikan bahwa saat ini Indonesia telah masuk dalam kategori fenomena El Nino kuat. Fenomena El Nino terjadi akibat suhu permukaan laut di Samudra Pasifik mengalami kenaikan hingga 0,5 derajat lebih tinggi dari kondisi normal. Menurutnya, jika kondisi itu sudah tercapai, maka Indonesia sudah masuk dalam kategori El Nino aktif. "Untuk saat ini kondisinya sudah masuk ke El Nino kuat," ujarnya.

Dampak El Nino kuat di Indonesia meliputi penurunan curah hujan yang signifikan, sehingga meningkatkan risiko kekeringan dan karhutla. BMKG terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk meminimalkan dampak negatif. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan selalu waspada terhadap potensi kebakaran hutan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga