Tanah Gerak di Tegal Rusak 464 Rumah, Ribuan Warga Mengungsi
Tanah Gerak di Tegal Rusak 464 Rumah, Ribuan Mengungsi

Tanah Gerak di Tegal Rusak 464 Rumah, Ribuan Warga Terpaksa Mengungsi

Sebanyak 464 rumah dilaporkan mengalami kerusakan akibat peristiwa tanah gerak yang melanda Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Ribuan warga setempat terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk menyelamatkan diri dari ancaman bencana yang terus berkembang.

Pergerakan Tanah Masih Aktif, Suara Retakan Jadi Peringatan

Kepala Desa Padasari, Mashuri, mengonfirmasi bahwa pergerakan tanah masih terus dirasakan di lokasi kejadian sejak Senin (2/2) lalu. Ia menuturkan bahwa suara retakan bangunan menjadi penanda jelas adanya aktivitas tanah yang tidak stabil. "Dengan intensitas hujan yang tinggi dan kondisi tanah yang labil, pemantauan lapangan serta evakuasi warga terus dilakukan sebagai langkah antisipasi kejadian susulan," kata Mashuri saat dihubungi oleh media.

Rincian Kerusakan Rumah dan Fasilitas Umum

Berdasarkan data yang dikumpulkan dari posko bencana, total kerusakan mencakup 464 unit rumah warga. Dari jumlah tersebut, sebanyak 205 rumah mengalami kerusakan berat, 174 rumah rusak sedang, dan 85 rumah rusak ringan. Selain itu, bencana ini juga menyebabkan kerusakan signifikan pada fasilitas umum dan infrastruktur di desa tersebut.

  • Fasilitas sosial: 21 unit rusak
  • Tempat peribadatan: 7 unit rusak
  • Fasilitas pendidikan: 7 unit rusak
  • Bangunan pemerintahan: 1 unit rusak

Kerusakan ini memperparah situasi darurat yang dihadapi oleh masyarakat setempat.

Dampak Sosial: 2.460 Warga Mengungsi

Akibat bencana tanah gerak yang meluas, sebanyak 2.460 warga Desa Padasari terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Evakuasi dilakukan secara bertahap untuk memastikan keselamatan jiwa penduduk, sementara tim penanggulangan bencana terus memantau perkembangan kondisi tanah yang masih aktif bergerak.

Pihak berwenang setempat mengimbau warga untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi evakuasi guna menghindari risiko lebih lanjut. Upaya penanganan darurat dan rehabilitasi pascabencana diperkirakan akan memakan waktu cukup lama mengingat skala kerusakan yang cukup parah.