Pria Tewas Tertelungkup di Atap Saat Perbaiki Genteng Bocor di Bogor Selatan
Seorang pria berinisial NU ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tertelungkup di atap rumahnya di kawasan Bogor Selatan, Kota Bogor. Insiden tragis ini terjadi ketika korban sedang melakukan perbaikan genteng yang bocor pada hari Minggu (22/2/2026).
Evakuasi Dramatis dari Ketinggian 3 Meter
Petugas pemadam kebakaran (damkar) Kota Bogor melakukan evakuasi secara dramatis untuk menurunkan korban dari ketinggian atap rumah yang mencapai kurang lebih 3 meter. Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota Bogor, Ade Nugraha, mengonfirmasi bahwa korban memang telah meninggal dunia.
"Iya, korban meninggal dunia," kata Ade Nugraha ketika dimintai konfirmasi pada Minggu malam.
Ade menjelaskan bahwa pihak damkar awalnya menerima laporan dari warga mengenai adanya orang yang tergeletak di atap sebuah rumah. Tim segera bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan proses evakuasi.
Kronologi Kejadian yang Menyedihkan
Menurut informasi yang dihimpun, korban yang bernama Nurjani mulai melakukan perbaikan genteng bocor sejak pukul 11.00 WIB. Pada saat waktu salat Zuhur tiba, korban tidak kunjung turun dari atap rumah.
"Pada saat waktu salat Zuhur korban tidak kunjung turun dan setelah disusul oleh anaknya, ternyata korban sudah tertelungkup di atas genteng tersebut," jelas Ade Nugraha mengenai kronologi penemuan korban.
Anak korban yang merasa khawatir kemudian naik ke atap untuk mengecek kondisi ayahnya, dan menemukan sang ayah sudah tidak bergerak dalam posisi tertelungkup di atas genteng.
Upaya Penyelamatan yang Berakhir Tragis
Setelah berhasil dievakuasi dari atap rumah, korban sempat dibawa ke sebuah rumah sakit di daerah Ciawi, Kabupaten Bogor untuk mendapatkan pemeriksaan medis lebih lanjut. Namun sayangnya, korban telah dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis di rumah sakit tersebut.
"Korban sempat dilarikan ke RS Ciawi," ungkap Ade Nugraha.
Setelah dinyatakan meninggal, jenazah korban kemudian dibawa kembali ke rumah duka untuk proses selanjutnya. Insiden ini menjadi peringatan penting mengenai risiko keselamatan saat melakukan pekerjaan di ketinggian, meskipun untuk keperluan perbaikan rumah yang terlihat sederhana seperti memperbaiki genteng bocor.
Petugas damkar menekankan pentingnya keselamatan kerja dan pengawasan ketika seseorang harus bekerja di tempat yang memiliki risiko tinggi seperti atap rumah. Korban yang berinisial NU ini meninggalkan keluarga yang berduka atas kejadian yang tidak terduga ini.