Kebakaran tumpukan sampah di Jalan Penggilingan Baru, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, menelan korban jiwa pada Minggu (2/8). Andriyono, Kepala Regu Kelompok Cepu Sektor Cipayung, wafat saat bertugas dalam operasi pemadaman. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyampaikan duka cita mendalam atas kepergiannya.
Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Bayu Megantara, mengungkapkan bahwa laporan kebakaran diterima pada Sabtu (2/8). "Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum serta akan memastikan pemenuhan hak-hak almarhum sesuai ketentuan yang berlaku," kata Bayu di Jakarta, Minggu (2/8).
Sekitar 10 Unit Mobil Damkar Dikerahkan
Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Gulkarmat menerjunkan sebanyak 10 unit mobil pemadam beserta 50 personel ke lokasi. Dalam operasi ini, almarhum tidak berada di titik pemadaman secara langsung, melainkan bertugas mencari sumber air sebagai bagian dari dukungan operasi. Namun, nahas terjadi saat ia melakukan penyambungan selang.
"Saat melakukan penyambungan selang, almarhum tiba-tiba mengeluhkan nyeri di bagian dada. Rekan kerja kemudian segera meminta bantuan medis," tutur Bayu. Almarhum sempat mendapat penanganan awal di lokasi sebelum dievakuasi ke Rumah Sakit Harapan Bunda dan dinyatakan wafat pada pukul 13.30 WIB. Diketahui, almarhum memiliki riwayat penyakit jantung.
Bara Api di Bawah Tumpukan Sampah Masih Menyala
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta, Marulina Dewi, yang meninjau lokasi kebakaran pada Minggu (2/8), mengatakan bahwa proses pendinginan masih terus dilakukan. Sebab, material yang terbakar berupa tumpukan sampah, sehingga bara api masih dapat menyala di lapisan bawah meski permukaan tampak padam.
"Fokus penanganan saat ini adalah api yang berada di bawah tumpukan sampah. Permukaannya mungkin sudah basah, tetapi asap masih cukup banyak. Hal itu menandakan masih ada potensi perambatan api hingga kedalaman sekitar satu hingga dua meter," ujar Marulina. Petugas Damkar telah membuka sejumlah titik pada tumpukan sampah agar air dapat menjangkau bagian bawah dan memadamkan sisa bara api.
DLH Angkut Sampah Secara Bertahap
Secara paralel, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mulai mengangkut sampah di area yang telah dinyatakan aman dan tidak terdampak kebakaran. Marulina menjelaskan bahwa lokasi tersebut bukanlah Tempat Pembuangan Sampah (TPS), melainkan lahan yang kerap dijadikan lokasi pembuangan sampah ilegal sehingga terjadi penumpukan.
"Sejalan dengan penanganan pascakebakaran, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta akan melakukan pengangkutan sampah secara bertahap. Tahap pertama dilakukan di area yang aman dan tidak terdampak kebakaran. Selanjutnya, pengangkutan akan dilanjutkan di area bekas kebakaran setelah dinyatakan aman oleh Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat)," ungkap Kadiskominfotik.
Pemprov DKI Perketat Pengawasan dan Sanksi
Marulina mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah di lokasi tersebut maupun di lahan yang bukan peruntukannya. Ia mengingatkan, Pemprov DKI telah memiliki peraturan yang jelas dan tengah mendorong perubahan pola pengelolaan sampah. "Sesuai dengan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026, Pemprov DKI Jakarta terus mendorong perubahan pola pengelolaan sampah melalui gerakan pilah, angkut, olah, dan manfaatkan, serta telah menyiapkan berbagai fasilitas pengolahan sampah, termasuk TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle), sehingga hanya sampah residu yang dikirim ke TPST Bantargebang," jelas Marulina.
Untuk mencegah pembuangan sampah liar terulang, Pemprov DKI Jakarta akan memperketat pengawasan. "Per Senin besok, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Lingkungan Hidup dan Satpol PP akan melakukan penyelidikan dan penyidikan di lokasi kebakaran tersebut. Pihak yang melakukan pembuangan sampah secara ilegal akan mendapat sanksi tegas," pungkas Marulina.



